Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hanya Boleh Tampil saat Ritual, Tari Sandurelang Khas Desa Klungkung Ini Jadi Simbol Sakral Penjaga Mata Air Jember

Sidkin • Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00 WIB
TERUS DIJAGA: Warga Dusun Pamojan Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi menggelar ritual Sendang Pamojan, Selasa (19/5). (PPID JEMBER)
TERUS DIJAGA: Warga Dusun Pamojan Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi menggelar ritual Sendang Pamojan, Selasa (19/5). (PPID JEMBER)

Radar Jember - Modernisasi dan digitalisasi tak membuat masyarakat Dusun Mojang, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi melupakan tradisi leluhur mereka.

Melalui ritual Sendang Pamojan, warga terus menjaga budaya sekaligus mensyukuri mata air yang menjadi sumber kehidupan.

Ratusan warga dari Dusun Mojan berkumpul di kawasan sendang sejak Selasa (19/5) pagi. Mereka datang bersama keluarga sambil membawa tumpeng, hasil bumi, jajanan tradisional, hingga berbagai hasil pertanian. 

Seluruh sesaji itu disusun rapi di sekitar area sendang sebagai simbol rasa syukur atas rezeki dan hasil panen yang terus menghidupi masyarakat.

Baca Juga: Bukan Editan AI! Emak-Emak di Sumbersari Jember Ini Nekat Nyamar Jadi Pocong demi Konten hingga Bikin Geger Warga

Prosesi diawali dengan doa bersama dan tausiyah agama yang diikuti tokoh masyarakat, perangkat desa, unsur Muspika Sukorambi, hingga tamu undangan.

 Suasana berlangsung khidmat ketika warga memanjatkan doa untuk keselamatan, kesehatan, serta ketenteraman masyarakat Desa Klungkung dan Kabupaten Jember.

Mata air yang terus mengalir di Sendang Pamojan dipercaya menjadi sumber keberkahan yang selama ini menopang kehidupan warga, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.

Tradisi tersebut bukan hanya dipertahankan sebagai ritual tahunan, tetapi juga menjadi cara masyarakat merawat hubungan sosial antarsesama warga.

Anak-anak hingga orang tua juga terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Dari situlah nilai gotong royong, rasa syukur, dan kepedulian terhadap alam terus dikenalkan kepada generasi muda secara langsung.

Baca Juga: 17ribu Penumpang Padati Stasiun di Wilayah Daop 9 Jember pada Hari Raya Idul Adha 1447 H

Arak-arakan gunungan hasil bumi menjadi salah satu bagian paling menarik perhatian. Hasil panen warga diarak bersama menuju lokasi ritual sebagai lambang kemakmuran dan harapan agar keberkahan alam tetap terjaga.

Ritual adat semakin semarak dengan penampilan Tari Sandurelang, kesenian tradisional khas Desa Klungkung yang hanya dipentaskan saat Sendang Pamojan berlangsung.

Iringan musik tradisional dan gerakan tari yang khas menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi seni budaya lokal. 

Bagi warga, pertunjukan itu bukan sekadar hiburan, melainkan simbol bahwa budaya daerah masih hidup dan terus diwariskan.

Perwakilan Komunitas Jagratara, Hendi, mengatakan, Sendang Pamojan memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat bagi masyarakat Dusun Mojan. Tradisi tersebut, kata dia, menjadi pengingat bagi generasi muda.

“Tradisi ini menjadi pengingat bagi generasi muda agar tetap menjaga budaya, alam, dan nilai kebersamaan yang diwariskan para leluhur,” ujarnya.

Baca Juga: Omset Miliaran tapi Tak Berizin! Bupati Gus Fawait Kaget Temukan Banyak Tambak Udang Ilegal di Pesisir Jember 

Kepala Desa Klungkung Abdul Ghofur menilai pelestarian budaya lokal menjadi bagian penting dalam menjaga jati diri masyarakat desa.

Menurutnya, generasi muda perlu memahami bahwa tradisi daerah bukan sesuatu yang kuno, melainkan warisan berharga yang harus dijaga bersama. 

Ia berharap kegiatan adat seperti Sendang Pamojan terus berkembang dan tetap diminati anak-anak muda.

Sementara itu, Camat Sukorambi Musyaffa mengapresiasi komitmen masyarakat dan Komunitas Jagratara dalam menjaga keberlangsungan tradisi budaya daerah.

Menurutnya, Sendang Pamojan menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. 

“Tradisi seperti ini memiliki nilai penting dalam memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya daerah,” katanya. (kin/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#tradisi leluhur #sendang pamojan #sukkorambi #Jember #ritual