Radar Jember - Tak hanya kalangan remaja yang ramai membuat konten horor demi mengejar perhatian di jagat maya. Di Kecamatan Sumbersari, seorang emak-emak juga nekat membuat video penampakan pocong.
Bukan memakai akal imitasi atau Artificial Intelligence (AI), seperti yang dilakukan remaja di Patrang. Tapi memanfaatkan kamera CCTV rumahnya.
Video berdurasi singkat yang memperlihatkan sosok pocong berdiri di kawasan Sumbersari itu sempat beredar luas di berbagai platform media sosial.
Banyak warga yang percaya penampakan tersebut benar-benar terjadi karena direkam melalui kamera pengawas atau CCTV rumah warga pada malam hari.
Baca Juga: 17ribu Penumpang Padati Stasiun di Wilayah Daop 9 Jember pada Hari Raya Idul Adha 1447 H
Keresahan masyarakat membuat aparat kepolisian turun tangan melakukan penelusuran. Satbinmas Polres Jember mendatangi lokasi yang disebut menjadi tempat kemunculan pocong untuk memastikan informasi yang ramai diperbincangkan itu.
Dari hasil pengecekan, polisi memastikan video tersebut hanyalah rekayasa konten dan tidak ada kejadian mistis seperti yang beredar di media sosial.
Aparat juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Kasat Binmas Polres Jember AKP Agus Kurniawan mengatakan, pihaknya sengaja bergerak cepat lantaran video itu sudah memicu keresahan warga.
Terlebih, tidak sedikit masyarakat yang mulai takut melintas di sekitar lokasi setelah video tersebut viral.
“Semalam kami menindaklanjuti video viral terkait pocong di kawasan Sumbersari. Setelah dilakukan pengecekan, dipastikan video itu hoaks dan hanya konten semata,” ujarnya, Selasa (26/5).
Sosok di balik video tersebut akhirnya diketahui bernama Khalifah, 36, warga Jalan MT Haryono, Wirolegi.
Ia mengakui bahwa sosok pocong dalam rekaman CCTV itu adalah dirinya sendiri yang sengaja mengenakan mukenah putih untuk kebutuhan konten media sosial.
Menurut pengakuannya, posisi kamera CCTV sengaja diatur agar wajahnya tidak terlihat jelas sehingga memberi kesan seperti penampakan asli.
Menyadari videonya membuat gaduh warga, Khalifah meminta maaf kepada masyarakat Jember dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
“Saya minta maaf kepada seluruh warga Jember karena video itu membuat resah. Saya berjanji tidak mengulanginya lagi,” katanya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh