Radar Jember - Belakangan jagat maya dipenuhi unggahan teror jalanan sampai permukiman warga, mulai dari aksi begal hingga kemunculan pocong misterius.
Meski sebagian orang masih mempertanyakan kebenarannya, kekhawatiran telanjur menyebar di tengah derasnya informasi. Apalagi situasi keamanan belakangan memang sedang sensitif akibat maraknya isu kriminalitas jalanan.
Di berbagai platform media, video dan foto bernuansa horor terus bermunculan dalam beberapa pekan terakhir. Ada yang memperlihatkan sosok putih di tepi jalan, ada pula rekaman samar yang disebut penampakan makhluk misterius.
Sebagian konten dibuat dramatis lengkap dengan narasi menegangkan sehingga cepat menarik perhatian pengguna media sosial. Fenomena itu makin sulit dibendung karena perkembangan teknologi kecerdasan buatan, akal imitasi atau artificial intelligence (AI).
Dengan aplikasi tertentu, gambar biasa bisa diubah menjadi tampak nyata hanya dalam hitungan menit. Tidak sedikit warganet yang langsung membagikan ulang tanpa memeriksa apakah konten tersebut asli atau hasil manipulasi digital.
Situasi itulah yang kemudian memicu kegaduhan di Kecamatan Patrang. Warga sempat dihebohkan dengan foto menyerupai pocong yang beredar luas pada akhir pekan lalu. Gambar tersebut menyebar cepat dari status WhatsApp hingga viral di TikTok dan Instagram.
Sejumlah warga bahkan mengaku takut keluar rumah saat malam hari. Belakangan diketahui, sosok pocong itu ternyata hanyalah hasil editan AI buatan tiga remaja asal Patrang berinisial FR, MR, dan AL.
Ketiganya membuat gambar tersebut di sebuah rumah kawasan Lingkungan Cangkring pada Sabtu malam (23/5). Setelah selesai diedit, foto diunggah sekitar pukul 02.30 hingga akhirnya memicu keresahan warga.
Baca Juga: Jember Diguncang Gempa Magnitudo 5,1 Sore Ini, BMKG Nyatakan Tidak Berpotensi Tsunami
Kasat Binmas Polres Jember, AKP Agus Yudi Kurniawan mengatakan aparat langsung bergerak setelah menerima laporan masyarakat terkait viralnya konten tersebut.
“Sebagai langkah preventif dan respons cepat, kami menindaklanjuti beredarnya konten pocong hasil editan AI yang viral dan berpotensi menimbulkan kepanikan serta gangguan keamanan,” ujarnya.
Dari pemeriksaan sementara, ketiga remaja itu mengaku hanya iseng dan ingin mengikuti tren konten viral di media sosial. Mereka tidak menyangka unggahan tersebut justru berkembang menjadi keresahan massal di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetiyo menyebut candaan itu menjadi salah momentum karena warga sedang sensitif terhadap isu keamanan jalanan. “Tujuan awal mereka sebenarnya hanya untuk iseng, jahil, dan menakut-nakuti demi mengikuti tren agar viral,” katanya.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan konten yang belum jelas kebenarannya. Apa lagi jika kontennya mengandung kekaduhan dan beresiko mengganggu Kamtibmas. “Utamakan saring sebelum sharing,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh