Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bisa Picu Wabah Tifus hingga Antraks, Dosen FKM Unej Larang Keras Buang Jeroan Hewan Kurban ke Sungai!

M Adhi Surya • Rabu, 27 Mei 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi pembersihan jeroan hewan kurban di sungai. (Cecep Reza/Radar Jember)
Ilustrasi pembersihan jeroan hewan kurban di sungai. (Cecep Reza/Radar Jember)

Radar Jember – Pembuangan limbah hewan kurban secara sembarangan masih menjadi persoalan yang kerap muncul setiap Idul Adha.

Sebab, sisa penyembelihan seperti darah, isi jeroan, dan kotoran hewan berpotensi memicu pencemaran lingkungan hingga penyebaran penyakit.

Dosen Manajemen Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unej, Khoiron mengingatkan agar limbah kurban tidak dibuang ke sungai maupun selokan.

Baca Juga: Sempat Tertahan Akibat Gempa Jember, KAI Daop 9 Pastikan Seluruh Jalur Kereta Api Pasuruan-Ketapang Aman!

Menurutnya, limbah organik dari proses penyembelihan harus dikelola dengan benar supaya tidak menjadi sumber masalah kesehatan baru di lingkungan masyarakat.

“Harus dikelola, tidak boleh dibuang sembarangan. Apalagi dibuang ke sungai atau selokan karena bisa mencemari lingkungan,” ujarnya.

Khoiron menjelaskan, limbah seperti darah dan isi rumen memiliki kandungan organik tinggi yang mudah membusuk.

Saat dibuang ke badan air, proses pembusukan dapat menurunkan kualitas air sekaligus memunculkan bau menyengat di sekitar permukiman warga.

Selain mencemari lingkungan, limbah tersebut juga berpotensi menjadi media berkembangnya bakteri dan mikroorganisme penyebab penyakit. Kondisi itu semakin berisiko apabila limbah dibiarkan menumpuk di tempat terbuka.

Baca Juga: Jember Diguncang Gempa Magnitudo 5,1 Sore Ini, BMKG Nyatakan Tidak Berpotensi Tsunami

Mengutip laman Dinas Lingkungan Hidup (DLH), limbah hewan kurban yang dibuang sembarangan dapat memicu berbagai penyakit seperti diare, tifus, kolera, hepatitis A, hingga infeksi kulit.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, pencemaran limbah organik juga berpotensi menularkan penyakit zoonosis berbahaya seperti antraks.

Khoiron menambahkan, persoalan limbah kurban tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga bisa mengganggu sistem drainase lingkungan.

Sisa organ hewan maupun kotoran yang dibuang ke selokan berisiko menyumbat aliran air dan menyebabkan genangan saat hujan turun.

Menurutnya, limbah kurban sebenarnya masih dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan benar. Isi rumen dan kotoran hewan bisa difermentasi menjadi pupuk organik. Sehingga tidak berakhir menjadi sumber pencemaran.

Baca Juga: Jember Semakin Tumbuh, Wings Air Perkuat Konektivitas Udara Surabaya – Jember

“Kalau dikelola baik, maka limbah hewan kurban itu masih punya nilai manfaat. Bisa dijadikan pupuk organik, jadi tidak sekadar dibuang,” katanya. (dhi/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#penyebaran penyakit #Jember #hewan kurban #Idul Adha #UNEJ