Radar Jember – Pembuangan limbah hewan kurban secara sembarangan masih menjadi persoalan yang kerap muncul setiap Idul Adha.
Sebab, sisa penyembelihan seperti darah, isi jeroan, dan kotoran hewan berpotensi memicu pencemaran lingkungan hingga penyebaran penyakit.
Dosen Manajemen Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unej, Khoiron mengingatkan agar limbah kurban tidak dibuang ke sungai maupun selokan.
Menurutnya, limbah organik dari proses penyembelihan harus dikelola dengan benar supaya tidak menjadi sumber masalah kesehatan baru di lingkungan masyarakat.
“Harus dikelola, tidak boleh dibuang sembarangan. Apalagi dibuang ke sungai atau selokan karena bisa mencemari lingkungan,” ujarnya.
Khoiron menjelaskan, limbah seperti darah dan isi rumen memiliki kandungan organik tinggi yang mudah membusuk.
Saat dibuang ke badan air, proses pembusukan dapat menurunkan kualitas air sekaligus memunculkan bau menyengat di sekitar permukiman warga.
Selain mencemari lingkungan, limbah tersebut juga berpotensi menjadi media berkembangnya bakteri dan mikroorganisme penyebab penyakit. Kondisi itu semakin berisiko apabila limbah dibiarkan menumpuk di tempat terbuka.
Baca Juga: Jember Diguncang Gempa Magnitudo 5,1 Sore Ini, BMKG Nyatakan Tidak Berpotensi Tsunami
Mengutip laman Dinas Lingkungan Hidup (DLH), limbah hewan kurban yang dibuang sembarangan dapat memicu berbagai penyakit seperti diare, tifus, kolera, hepatitis A, hingga infeksi kulit.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, pencemaran limbah organik juga berpotensi menularkan penyakit zoonosis berbahaya seperti antraks.
Khoiron menambahkan, persoalan limbah kurban tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga bisa mengganggu sistem drainase lingkungan.
Sisa organ hewan maupun kotoran yang dibuang ke selokan berisiko menyumbat aliran air dan menyebabkan genangan saat hujan turun.
Menurutnya, limbah kurban sebenarnya masih dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan benar. Isi rumen dan kotoran hewan bisa difermentasi menjadi pupuk organik. Sehingga tidak berakhir menjadi sumber pencemaran.
Baca Juga: Jember Semakin Tumbuh, Wings Air Perkuat Konektivitas Udara Surabaya – Jember
“Kalau dikelola baik, maka limbah hewan kurban itu masih punya nilai manfaat. Bisa dijadikan pupuk organik, jadi tidak sekadar dibuang,” katanya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh