RADAR JEMBER – Wilayah Kabupaten Jember dan sekitarnya dilaporkan diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 pada Selasa (26/5/2026) sore.
Kabar mengenai peristiwa alam tersebut disebarkan secara cepat oleh pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui saluran grup komunikasi WhatsApp resmi.
Merujuk pada rilis data mutakhir BMKG, guncangan itu terjadi tepat pada pukul 15.39 WIB.
Adapun titik pusat atau episenter gempa terdeteksi berada di wilayah perairan laut, dengan jarak sekitar 93 kilometer ke arah tenggara dari pusat Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Secara spesifik, BMKG mengidentifikasi bahwa pusat gempa bumi berada pada titik koordinat geografis 9,01 Lintang Selatan dan 113,84 Bujur Timur.
Baca Juga: Jember Semakin Tumbuh, Wings Air Perkuat Konektivitas Udara Surabaya – Jember
Gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa dangkal karena memiliki kedalaman pusat sedalam 10 kilometer di bawah permukaan laut.
"Info Gempa Mag:5.1, 26-Mei-26 15:39:10 WIB, Lok:9.01 LS,113.84 BT (93 km Tenggara JEMBER-JATIM), Kedlmn:10 Km ::BMKG," tulis pihak Stasiun Geofisika Karangkates dalam pesan tertulis resminya terkait parameter gempa sore ini.
Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa
Hingga laporan berkala ini diterbitkan oleh pihak redaksi, belum didapatkan adanya laporan resmi mengenai dampak kerusakan bangunan ataupun korban luka dan jiwa akibat efek guncangan tersebut di area pemukiman warga.
Pihak BMKG juga memastikan tidak mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami untuk wilayah pesisir selatan Jawa pascakejadian ini.
Merespons kepanikan yang berpotensi muncul, masyarakat luas diimbau untuk tetap tenang serta selektif dalam menyaring informasi agar tidak mudah mempercayai isu-isu liar yang belum terverifikasi kebenarannya.
Warga diharapkan terus memantau perkembangan situasi melalui kanal pusat data resmi milik BMKG atau otoritas kedaruratan setempat.
Otoritas BMKG menambahkan bahwa laporan awal ini sengaja dikeluarkan dengan mengutamakan kecepatan penyampaian informasi darurat kepada publik.
Oleh sebab itu, hasil pengolahan data awal yang dipaparkan saat ini masih berpeluang mengalami penyesuaian atau perubahan seiring dengan masuknya data pelengkap dari stasiun pemantau gempa lainnya.
Editor : Imron Hidayatullahh