Radar Jember – Warga Dusun Babatan, Desa/Kecamatan Jenggawah, digemparkan dengan penemuan seorang pemuda yang meninggal dunia di aliran Sungai Talang Dam Mayit, Minggu (24/5).
Korban diketahui bernama Rahmat Ardinata, 23, warga Jalan Mujahir, Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sukorambi.
Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui sempat mengonsumsi minuman keras bersama sejumlah temannya di tempat kerjanya, salah satu gudang di wilayah Sukorambi.
Setelah itu, korban bersama beberapa rekannya menuju kawasan Sungai Talang Dam Mayit di Jenggawah.
Baca Juga: Info Lantas Jember: Gagal Menanjak, Truk Muat Tebu Masuk Sawah
Menurut keterangan warga sekitar, setibanya di lokasi sekitar 100 meter di bagian hilir Dam Mayit, kondisi korban mulai dipengaruhi alkohol.
Saat salah satu temannya membeli es di warung dekat lokasi kejadian, korban tiba-tiba melompat ke sungai.
“Korban yang sudah mabuk langsung melompat ke sungai. Dua temannya, Ibnu dan Saiful, sempat ikut terjun untuk menolong,” ujar warga di sekitar lokasi kejadian.
Namun derasnya arus sungai membuat korban tenggelam. Sementara dua rekannya berhasil berenang ke tepi dan selamat.
Baca Juga: Info Lantas Jember: Gagal Menanjak, Truk Muat Tebu Masuk Sawah
Warga bersama aparat kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan beberapa jam kemudian dalam kondisi meninggal dunia.
Korban ditemukan tersangkut ranting di dasar sungai, tidak jauh dari lokasi awal tenggelam. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke IGD Puskesmas Jenggawah untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Kanitreskrim Polsek Jenggawah Aiptu Rinto membenarkan adanya kejadian tersebut.
Menurutnya, korban diduga tenggelam akibat pengaruh minuman keras saat berada di lokasi bersama teman-temannya.
“Awalnya mereka hendak memancing, tetapi korban malah melompat ke sungai untuk mandi. Dua temannya sempat berusaha menolong, namun arus sungai cukup deras,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan luar oleh tenaga kesehatan Puskesmas Jenggawah, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca Juga: Bupati Jember Bertemu Wamensesneg, Bahas Akselerasi Pembangunan Daerah
Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Selanjutnya keluarga membuat surat pernyataan dan korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Rinto. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh