Radar Jember – Timbulan sampah yang terus meningkat di Jember mendorong Komisi A DPRD mencari pola penanganan yang lebih efektif.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah belajar langsung ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (21/5).
Tempat ini dikenal sebagai salah satu pengelolaan sampah terbaik di tingkat nasional.
Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni mengatakan, TPST BLE Banyumas menjadi salah satu pengelolaan sampah terbaik di tingkat nasional karena dibangun melalui proses panjang dan melibatkan banyak pihak.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD tidak hanya berdiskusi dengan pengelola, tetapi juga melihat langsung alat-alat hingga proses pengolahan sampah yang dilakukan setiap hari.
“Kami melihat sendiri bagaimana proses pengelolaan sampah itu berjalan dari hulu sampai hilir. Mereka sudah berproses cukup panjang sejak tahun 2017 dengan membentuk kelompok swadaya masyarakat,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin.
Menurut Tabroni, pengelolaan sampah di Banyumas tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, melainkan dimulai dari kesadaran masyarakat di tingkat rumah tangga.
Warga sudah terbiasa memilah sampah organik, anorganik, hingga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari rumah masing-masing sebelum diambil oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM).
Sampah yang sudah dipilah kemudian diolah kembali oleh KSM menggunakan peralatan sendiri. Sedangkan sisa residunya dikirim ke TPST untuk diproses lebih lanjut.
“Ini menjadi kekuatan mereka karena semua unsur bergerak bersama, mulai masyarakat, pemerintah, tokoh agama sampai komunitas lingkungan,” katanya.
Selain mampu mengurangi volume sampah, pengelolaan di TPST juga menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi.
Salah satunya berupa Refuse-Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif yang bekerja sama dengan pabrik semen untuk digunakan sebagai bahan bakar industri.
Tidak hanya itu, pengolahan sampah juga menghasilkan maggot, paving, hingga produk turunan lain yang memiliki nilai jual.
“Kerja sama pemerintah daerah dengan pabrik semen itu menurut kami sangat bagus karena hasil pengolahan sampah benar-benar punya manfaat ekonomi,” pungkas legislator PDIP tersebut. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh