Radar Jember - Langkah tegas diambil oleh Pemkab Jember demi melindungi keselamatan warganya, terutama anak-anak sekolah, sekaligus memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai dengan target yang diharapkan.
Bupati Jember Muhammad Fawait, resmi melayangkan surat rekomendasi kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta untuk menghentikan total operasional dua dapur MBG atau Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di wilayah Jember.
Langkah ini dipicu oleh rentetan insiden fatal yang terjadi di dua fasilitas tersebut, mulai dari kasus keracunan massal siswa TK di Kecamatan Kaliwates yang belum lama ini ramai, hingga peristiwa kebakaran salah satu bagian SPPP.
Berdasarkan dokumen resmi yang ditandatangani langsung oleh Bupati Muhammad Fawait pada 22 Mei 2026, dua SPPG yang direkomendasikan untuk ditutup secara permanen adalah SPPG Al Mubarok Kaliwates Kecamatan Kaliwates, dan SPPG Sumbersari 2, Kecamatan Sumbersari.
Dalam surat yang ditandatangani langsung oleh Bupati Gus Fawait itu, disebutkan bahwa SPPG Al Mubarok Kaliwates dinilai mengabaikan unsur kebersihan dan standar operasional prosedur (SOP).
Hal ini diperkuat oleh laporan keluhan masyarakat melalui kanal pengaduan Wadul Guse serta hasil supervisi Satgas yang membuktikan fasilitas tersebut menjadi dalang di balik keracunan massal yang menimpa siswa TK, serta menyusul insiden kebakaran hebat yang melanda SPPG Sumbersari 2, di Kecamatan Sumbersari.
Penjabat (Pj) Sekda Jember sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jember, Achmad Imam Fauzi, menegaskan bahwa rekomendasi penutupan ini bersifat permanen demi menegakkan kedisiplinan dan memberikan efek jera.
"Keselamatan warga itu target yang lebih diutamakan. Di hulunya ada masalah, ya harus disikapi. Biar tertib," tegas Fauzi, saat ditemui Sabtu (23/5).
Fauzi menambahkan, meski keputusan akhir berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pemegang otoritas penuh, Pemkab Jember tidak akan berkompromi dengan kelalaian yang mengancam nyawa.
Satgas berharap BGN segera mengeksekusi rekomendasi ini demi menjamin program gizi nasional berjalan aman tanpa mengorbankan keselamatan anak-anak di Jember.
"Sementara dua itu saja yang kami rekomendasikan untuk ditutup. Sifatnya kita merekom, BGN memutusukan bagaimana ya monggo BGN. Jadi biar tertib itu harus ada satu atau dua yang dipotong, didisiplinkan," pungkas ASN yang menjabat definitif sebagai Kepala Bapenda Jember itu. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh