Dengan begitu para lansia memiliki ruang untuk belajar sekaligus meningkat kreativitas dengan kerajinan tangan bersama rekan-rekan seusianya.
Menurut Abdul Somad, keikutsertaannya dalam Selantang didorong keinginan untuk tetap aktif dan memiliki kegiatan positif.
Ia mengaku senang karena program tersebut membuat para lansia tidak hanya berdiam diri di rumah, tetapi juga memiliki ruang untuk bertemu dan belajar bersama.
“Kalau di rumah terus kadang bosan. Di sini bisa ketemu teman-teman, ngobrol, bercanda, jadi pikiran juga lebih segar,” ujarnya.
Dalam setiap pertemuan, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari pola hidup sehat, menjaga kebugaran tubuh, hingga latihan yang membantu menjaga daya ingat.
Kegiatan dibuat ringan agar mudah dipahami para peserta dan tetap terasa menyenangkan.
Kegiatan di dalam kelas juga dikemas santai agar peserta tidak merasa terbebani. Selain mendengarkan materi, para lansia diajak membuat kerajinan tangan sederhana serta mengikuti senam otak bersama.
Menurut Abdul Somad, aktivitas semacam itu membuat para peserta merasa lebih bersemangat.
Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga tetap aktif bergerak dan berinteraksi dengan teman-teman seangkatan. “Hal itu membuat suasana pertemuan terasa hangat dan akrab,” imbuhnya.
Selantang juga membuat hubungan antarpeserta semakin dekat. Banyak lansia yang kini memiliki teman baru untuk berbagi cerita dan saling bertanya kabar.
Kebersamaan itu dinilai penting karena membuat para peserta merasa lebih nyaman dan tidak mudah merasa sendiri di rumah.
Ia mengaku setelah rutin mengikuti kegiatan Selantang, dirinya merasa lebih berenergi dan lebih semangat menjalani aktivitas sehari-hari.
Baginya, program tersebut bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga ruang yang membuat para lansia tetap aktif, bahagia, dan memiliki lingkungan pertemanan yang positif. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh