Radar Jember - Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar siswa TK di Kecamatan Kaliwates belum lama ini, memaksa pihak-pihak berwenang mengambil tindakan tegas.
Meski dilakukan pembekuan sementara operasional terhadap dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Mubarok Kaliwates. Namun, suspend itu belum diketahui sampai kapan.
Pj Sekda Jember sekaligus Ketua Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi, menyatakan bahwa selama ini, belum pernah ada dapur SPPG di Jember yang dijatuhi sanksi pembekuan operasional secara permanen. Karena dalih mengejar kuota target pemenuhan makanan.
Bagi Fauzi, nyawa dan keselamatan anak-anak jauh lebih berharga ketimbang angka pencapaian program.
Ia bahkan mendorong mendesak adanya shock therapy berupa sanksi disiplin yang tegas kepada SPPG yang nyata-nyata sembrono dalam urusan menyediakan makanan bergizi untuk anak.
Tujuannya, tambah dia, agar kasus serupa tidak menular ke wilayah lain. "Harus ada satu atau dua beberapa yang didisiplinkan (penghentian permanen, Red) biar tidak ada menular ke yang lainnya," katanya.
Di satu sisi, suspend atau penghentian sementara ini kerapkali hanya dianggap sebatas gertakan sambal yang kurang efektif.
Meski begitu, Fauzi menegaskan kewenangan Satgas MBG terbatas pada pemberian rekomendasi dan tugas-tugas percepatan.
"Biarlah bekerja teknokratisnya, yang namanya rekomendasi, yang memutus adalah pemilik kewenangan," tambah ASN yang definitif sebagai Kepala Bapenda Jember itu. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh