Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sebut Ini Masalah Nyawa Penerus Bangsa, Anggota Komisi D Jember Ngamuk Soal Kasus Keracunan Massal Menu MBG!

Sidkin • Jumat, 22 Mei 2026 | 07:30 WIB
"Ini bukan sekedar masalah makanan saja tapi ini juga masalah nyawa. Bahkan ini juga masalah masa depan anak-anak kita penerus bangsa." M. AHMAD BIRBIK MUNAJIL HAYAT, Anggota Komisi D DPRD Jember. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
"Ini bukan sekedar masalah makanan saja tapi ini juga masalah nyawa. Bahkan ini juga masalah masa depan anak-anak kita penerus bangsa." M. AHMAD BIRBIK MUNAJIL HAYAT, Anggota Komisi D DPRD Jember. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember memantik kekecewaan dari DPRD Jember.

Anggota Komisi D DPRD Jember, M Ahmad Birbik Munajil Hayat, menilai insiden tersebut tidak bisa dianggap sekadar persoalan teknis dapur.

Akan tetapi, hal itu sudah menyangkut keselamatan anak-anak sebagai penerima manfaat program.

Politisi Partai Golkar itu mengaku sangat kecewa atas kejadian tersebut. Menurutnya, program MBG yang digagas pemerintah pusat sejatinya memiliki tujuan besar untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Sempat Unggah Kandungan Gizi di Medsos, Paket Makanan Dapur MBG Jember Ini Malah Bikin Puluhan Bocah TK Tumbang!

Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta tidak hanya mengejar keuntungan semata. “Jujur pastinya kami, saya sangat kecewa dengan kondisi yang seperti ini,” ungkapnya, kemarin.

Birbik menegaskan, kekecewaan itu harus diikuti langkah nyata dari Satgas MBG yang telah dibentuk Pemkab Jember.

Ia meminta ada tindakan tegas terhadap pihak dapur yang terbukti lalai hingga menyebabkan munculnya korban keracunan.

Menurutnya, pemerintah daerah juga sudah memberi sinyal akan menindaklanjuti persoalan tersebut secara serius.

Baca Juga: Kerap Diprotes via Wadul Guse, Dapur MBG di Kaliwates Jember Diusulkan Tutup Usai Belasan Murid TK Keracunan

“Akan ditindaklanjuti secara tegas dan diberikan sanksi kepada dapur yang mempunyai masalah di makanan ini,” katanya.

Ia mengingatkan, niat awal program MBG adalah untuk mencerdaskan anak bangsa. Karena itu, semua elemen mulai pemerintah, pengelola dapur, hingga pihak lain yang terlibat harus memiliki visi yang sama dalam menjalankan program tersebut.

“Jangan hanya memikirkan pure bisnisnya saja atau keuntungan saja. Maka, ini harus dipahami oleh seluruh elemen terkait ,” tegasnya.

Menurut legislator daerah pemilihan (dapil) I, yang menjadi lokasi dugaan keracunan itu, kasus ini bisa terjadi karena beberapa faktor.

Mulai kurang telitinya pengecekan bahan makanan hingga proses pengolahan di dapur yang tidak optimal.

Ia menduga bahan baku yang datang secara mendadak membuat pemeriksaan kualitas pangan tidak dilakukan secara maksimal.

Baca Juga: 18 Bocah TK Keracunan Menu MBG di Jember, 4 di Antaranya Harus Opname

Kondisi itu dinilai berbahaya, terutama untuk bahan makanan seperti lauk dan ikan yang membutuhkan pemeriksaan lebih detail. (kin/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#18 siswa TK Keracunan MBG #sppg kaliwates #Jember #Mbg #keracunan mbg