Radar Jember - Kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember memantik kekecewaan dari DPRD Jember.
Anggota Komisi D DPRD Jember, M Ahmad Birbik Munajil Hayat, menilai insiden tersebut tidak bisa dianggap sekadar persoalan teknis dapur.
Akan tetapi, hal itu sudah menyangkut keselamatan anak-anak sebagai penerima manfaat program.
Politisi Partai Golkar itu mengaku sangat kecewa atas kejadian tersebut. Menurutnya, program MBG yang digagas pemerintah pusat sejatinya memiliki tujuan besar untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta tidak hanya mengejar keuntungan semata. “Jujur pastinya kami, saya sangat kecewa dengan kondisi yang seperti ini,” ungkapnya, kemarin.
Birbik menegaskan, kekecewaan itu harus diikuti langkah nyata dari Satgas MBG yang telah dibentuk Pemkab Jember.
Ia meminta ada tindakan tegas terhadap pihak dapur yang terbukti lalai hingga menyebabkan munculnya korban keracunan.
Menurutnya, pemerintah daerah juga sudah memberi sinyal akan menindaklanjuti persoalan tersebut secara serius.
“Akan ditindaklanjuti secara tegas dan diberikan sanksi kepada dapur yang mempunyai masalah di makanan ini,” katanya.
Ia mengingatkan, niat awal program MBG adalah untuk mencerdaskan anak bangsa. Karena itu, semua elemen mulai pemerintah, pengelola dapur, hingga pihak lain yang terlibat harus memiliki visi yang sama dalam menjalankan program tersebut.
“Jangan hanya memikirkan pure bisnisnya saja atau keuntungan saja. Maka, ini harus dipahami oleh seluruh elemen terkait ,” tegasnya.
Menurut legislator daerah pemilihan (dapil) I, yang menjadi lokasi dugaan keracunan itu, kasus ini bisa terjadi karena beberapa faktor.
Mulai kurang telitinya pengecekan bahan makanan hingga proses pengolahan di dapur yang tidak optimal.
Ia menduga bahan baku yang datang secara mendadak membuat pemeriksaan kualitas pangan tidak dilakukan secara maksimal.
Baca Juga: 18 Bocah TK Keracunan Menu MBG di Jember, 4 di Antaranya Harus Opname
Kondisi itu dinilai berbahaya, terutama untuk bahan makanan seperti lauk dan ikan yang membutuhkan pemeriksaan lebih detail. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh