Radar Jember - Kepanikan sempat menyelimuti keluarga Hasna Wulandari, 37, warga Perumahan Bumi Tegal Besar (BTB), Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.
Putrinya, Kirani Sabita Putri Marwah yang berusia 4 tahun, mendadak muntah dan diare usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya, PAUD Aster 29 di Jalan Gajah Mada, Kaliwates.
Kondisi bocah itu bahkan sempat membuat keluarga khawatir karena tubuhnya mulai lemas dan terus mengeluh haus.
Hasna mengaku tidak menyaksikan langsung kondisi awal sang anak karena sedang bekerja. Ia baru mendapat kabar dari ibunya bahwa Kirani muntah berkali-kali disertai diare.
“Di rumah itu muntahnya sudah tidak bisa ditoleransi, jumlah muntahnya beberapa kali tidak terhitung. Kalau diarenya dua kali,” ujarnya saat ditemui di ruang anak UGD Puskesmas Kaliwates, kemarin (21/9).
Kondisi Kirani semakin mengkhawatirkan karena setiap kali diberi minum, anaknya kembali muntah. Tubuhnya mulai lemah hingga akhirnya keluarga memutuskan membawa Kirani ke Puskesmas Kaliwates.
Bahkan saat perjalanan dan menunggu observasi dokter, muntah masih terus terjadi. “Padahal dibawa ke sini (Puskesmas, Red) masih muntah-muntah terus sampai semalam,” katanya.
Hasna sempat mencoba mengingat makanan apa saja yang dikonsumsi putrinya sebelum jatuh sakit. Setelah bertanya kepada ibunya di rumah, ia menduga keluhan itu muncul setelah menyantap menu MBG di sekolah.
Baca Juga: 18 Bocah TK Keracunan Menu MBG di Jember, 4 di Antaranya Harus Opname
Menurut, Neneknya Kirana, saat itu anaknya sangat lahap memakan ayam suwir bumbu kuning dari MBG. “Biasanya tidak habis. Nah, ini kok karena doyan, habis sampai habis,” ungkapnya.
Beruntung kondisi Kirani perlahan mulai membaik. Muntah sudah berkurang dan diare mulai berhenti sejak malam hari.
Namun dokter masih melakukan observasi karena kondisi perut anaknya belum sepenuhnya stabil. “Tadi sudah konsultasi sama dokternya, masih observasi karena perutnya masih belum stabil,” jelas Hasna.
Ia juga mengungkapkan anak sulungnya yang ikut menyantap menu MBG sempat mengeluh sakit perut, meski tidak sampai mengalami muntah dan diare.
Karena khawatir, sementara waktu keluarga memilih tidak mengizinkan anak-anak kembali masuk sekolah hingga kondisi benar-benar pulih. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh