Radar Jember - Musim haji telah dimulai. Seluruh kloter jemaah haji asal Jember pun telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Semangat mempelajari tata cara ibadah haji rupanya juga tampak di kalangan anak-anak taman kanak-kanak (TK).
Sebanyak 1.700 anak TK se-Kecamatan Sumbersari mengikuti kegiatan Manasik Haji Cilik di Lapangan Yonarmed 8/Uddhata Yudha, kemarin (19/5).
Seluruh peserta mengenakan pakaian ihram layaknya jemaah haji sungguhan. Mereka mengikuti berbagai simulasi ibadah haji, mulai dari lempar jumrah, tawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, hingga sa’i.
Baca Juga: Info Lantas Jember: Truk ODOL Muatan Sekam Operasi Lagi
Ketua Panitia Manasik Haji Cilik TK Kecamatan Sumbersari, Mohammad Anshori, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program IGTKI Kecamatan Sumbersari Tahun 2026 yang diikuti sekitar 1.700 peserta dari 55 lembaga TK se-Kecamatan Sumbersari.
“Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak agar di masa mendatang tumbuh keinginan dan kesadaran mereka untuk melaksanakan ibadah haji yang sesungguhnya,” ujarnya.
Menurutnya, melalui praktik langsung seperti tawaf, sa’i, hingga tata cara ibadah lainnya, anak-anak dapat mengenal rukun Islam kelima. Yaitu dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami sesuai usia mereka.
Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Sumbersari, Sri Wahyuni, menambahkan bahwa manasik haji selama ini kerap dipahami sebatas menghafal urutan tata cara dan doa.
Padahal, pembelajaran dapat dikembangkan menjadi pengalaman yang lebih mendalam melalui pendekatan deep learning. “Kegiatan ini sekaligus menerapkan kurikulum pembelajaran mendalam atau deep learning,” katanya.
Baca Juga: Pengawasan APBDes Cukup Lewat Inspektorat, Kejari Jember Prioritaskan Perkara Bernilai Besar
Ia menjelaskan, pendekatan deep learning pada manasik haji berfokus pada pembelajaran yang bermakna (meaningful), penuh kesadaran (mindful), dan menyenangkan (joyful).
Metode ini tidak hanya mengajarkan anak tentang bagaimana tata cara berhaji, tetapi juga membantu mereka memahami makna di balik setiap rangkaian ibadah melalui pengalaman spiritual dan simulasi kontekstual.
Komandan Yonarmed 8/Uddhata Yudha, Letkol Arm Indra Asmara Manurung, mengatakan pihaknya menyediakan fasilitas tempat guna mendukung kelancaran kegiatan.
Ia berharap kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan TNI dapat terus terjalin demi mendukung pembinaan generasi muda yang berakhlak dan berkarakter.
“Ini merupakan kegiatan yang baik dan patut diteruskan dalam rangka memupuk keimanan dan ketakwaan, khususnya bagi generasi muda sejak usia dini,” ungkapnya. (dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh