Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sentil Hubungan Emosional Keluarga, Founder Tanoker Sebut Kehadiran Cucu Jadi Obat Mujarab Kesehatan Mental Lansia

M Adhi Surya • Rabu, 20 Mei 2026 | 09:04 WIB
SAMPAIKAN PENDAPAT: Founder Tanoker, Farha Ciciek (kanan) mengikuti diskusi tentang lansia. (M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
SAMPAIKAN PENDAPAT: Founder Tanoker, Farha Ciciek (kanan) mengikuti diskusi tentang lansia. (M. ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Menua tidak cukup hanya dipersiapkan dari sisi finansial. Di tengah meningkatnya persoalan penelantaran lansia, perhatian terhadap kesehatan mental dan kedekatan keluarga dinilai menjadi bagian penting yang tak boleh diabaikan.

Founder Tanoker, Farha Ciciek, mengatakan kesejahteraan lansia seharusnya dipandang secara utuh. Tidak hanya berbicara soal kebutuhan ekonomi, tetapi juga kondisi fisik dan mental agar para lansia tetap merasa aman, dihargai, serta memiliki kualitas hidup yang baik.

Menurut dia, banyak lansia yang secara kebutuhan dasar tercukupi, namun masih mengalami kesepian hingga kehilangan ruang interaksi sosial. Kondisi tersebut perlahan dapat memengaruhi kesehatan mental maupun semangat hidup mereka.

Baca Juga: Wamenkomdigi Turun ke Ledokombo! Sebut Festival Egrang Tanoker Jadi Obat Penawar Ampuh dari Arus Digitalisasi!

Karena itu, Farha Ciciek menilai perlu adanya gerakan cinta lansia yang melibatkan lintas generasi. Anak muda, keluarga, hingga lingkungan sekitar dinilai perlu memiliki kesadaran bersama untuk membangun budaya menghormati dan merawat kelompok usia lanjut.

Dia menyebut, kepedulian terhadap lansia tidak bisa muncul secara instan ketika seseorang memasuki usia tua.

Namun harus dibangun sejak dini melalui pendidikan nilai, kebiasaan di lingkungan keluarga, hingga pola hubungan antargenerasi.

“Seperti diketahui, sudah banyak contoh penelantaran lansia. Hal itu terjadi sebab tidak ada manifestasi sedini mungkin untuk memetik masa tua yang indah,” tuturnya.

Farha Ciciek menjelaskan, hubungan emosional antara keluarga dan lansia menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan mental.

Baca Juga: Wamen Komdigi Luncurkan Festival Tanoker ke-14, Puncak Acara Digelar 1 Agustus 2026

Kehadiran anak maupun cucu dalam aktivitas sederhana dinilai mampu memberi dampak besar terhadap kebahagiaan lansia.

Selain itu, aktivitas bersama seperti olahraga ringan, ruang diskusi, hingga kegiatan sosial lintas usia juga dinilai perlu diperbanyak.

Dengan begitu, lansia tidak hanya dipandang sebagai kelompok rentan, tetapi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. (dhi/dwi)

 

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Kesehatan Mental #Jember #Tanoker Ledokombo #Lansia