Kolaborasi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim menjadi langkah bersama menyiapkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, sekaligus peduli kesehatan mental dan lingkungan.
M. ADHI SURYA - Tanggul, Radar Jember
RIUH semangat anak muda memadati Padepokan H.M. Arum Sabil, Kecamatan Tanggul, Selasa (19/5). Tepukan khas Pramuka menggema bersahut-sahutan saat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menandatangani kerja sama untuk mendampingi generasi muda menghadapi tantangan zaman, mulai kesehatan mental hingga kepedulian lingkungan.
Kolaborasi itu bukan sekadar seremoni. Di tengah meningkatnya tekanan akademik dan sosial yang dihadapi Gen-Z, kedua lembaga sepakat memperkuat pendidikan karakter, pendampingan mental, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi bagi kader-kader Pramuka berprestasi.
Dalam forum itu, persoalan kesehatan mental remaja menjadi salah satu topik utama. Remaja usia 15 hingga 24 tahun dinilai menjadi kelompok yang rentan mengalami kecemasan dan tekanan psikologis pascapandemi Covid 19. Karena itu, pendidikan karakter dan pendampingan mental dinilai perlu berjalan beriringan dengan penguatan akademik.
Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) yang juga menaungi Unusa, Mohammad Nuh mengatakan, Gerakan Pramuka memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter anak muda. Menurutnya, nilai disiplin dan kepemimpinan yang dibangun dalam kepramukaan masih relevan menghadapi tantangan zaman.
“Pramuka adalah kawah candradimuka bagi pembentukan karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan. Ketika dipadukan dengan penguasaan sains dan teknologi, kita sedang membangun fondasi generasi emas Indonesia,” ujarnya.
Selain fokus pada pendidikan dan kesehatan mental, kegiatan itu juga diwarnai aksi penghijauan melalui penyerahan bibit pohon produktif kepada perwakilan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka di wilayah tapal kuda.
Program tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun kepedulian lingkungan sekaligus mengajak generasi muda aktif menjaga keberlanjutan alam.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu menambahkan, kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Sejumlah program lanjutan telah disiapkan, mulai pengabdian masyarakat, pendidikan kesehatan, hingga pembukaan akses pendidikan tinggi bagi kader-kader Pramuka berprestasi, termasuk beasiswa khusus.
Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim, M. Arum Sabil menyebut hangat sinergi dengan Unusa, karena sejalan dengan visi Pramuka Produktif, Adaptif, dan Berdampak. Saat ini, Pramuka Jatim memiliki sekitar 3,4 juta anggota aktif yang tersebar di 38 kwartir cabang.
“Kami berharap kolaborasi ini memperkuat program bakti masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan,” katanya.
Menurutnya, jaringan Pramuka hingga tingkat desa menjadi kekuatan besar untuk memperluas edukasi kesehatan mental dan gerakan penghijauan kepada masyarakat. “Tentu dengan kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas putra-putri penerus bangsa kedepan,” imbuhnya.
Selain penandatanganan MoU, kegiatan tersebut juga diisi seminar kesehatan mental bertema Sehat Mental untuk Gen-Z, Kenali, Atasi, Bangkit. Ratusan siswa kelas 12 dari wilayah tapal kuda turut mengikuti talent scouting, uji coba tes masuk perguruan tinggi, hingga konsultasi jalur prestasi dan beasiswa Fakultas Kedokteran Unusa. (ika)
Editor : M. Ainul Budi