Radar Jember – Pemandangan penuh kecemasan dan kekhawatiran begitu terasa di sekitar Plawangan Pancer Puger, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.
Banyak keluarga yang menyaksikan sejumlah kapal nelayan yang tak berani pulang karena ombak ganas.
Apalagi, dalam waktu empat hari terakhir ombak setinggi 2,1 meter membuat dua jukung mengalami kecelakaan laut, di plawangan Pancer Puger, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.
Kecelakaan laut yang pertama pada Jumat (15/5) siang, sedangkan kecelakaan kedua terjadi pukul 06.00, Senin (18/5).
Jukung yang tertimpa musibah kemarin adalah jukung milik Tolip, 50, warga Dusun Mandaran, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger.
Saat melewati plawagan mengalami kecelakaan hingga jukungnya terbalik Senin pagi. Saat itu jukung bertuliskan Zam Zam hendak pulang, sesampai di plawangan Pancer Puger terdorong ombak dari belakang. Besarnya ombak hingga jukung oleng dan terbalik.
Beruntung Tolip, nakhoda sekaligus pemilik jukung selamat. Hanya ikan hasil tangkapan terlempar akibat jukungnya terbalik. Dalam peristiwa ini tidak sampai merenggut korban jiwa, nakhodanya selamat.
Menurut Aiptu Agus Rianto Ps BKO Satpolair Polres Jember mengatakan, nelayan bernama Tolip, warga Dusun Mandaran, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger hendak pulang. Sesampai di plawangan Puger dihantam ombak dari belakang hingga jukung terbalik.
Ketinggian ombak hingga mencapai 2,1 meter. Untuk itu, kepada nelayan yang hendak berangkat melaut diimbau untuk lebih waspada.
“Ombak besar, sebaiknya nelayan libur dulu. Kalau memang berangkat melaut, tetap jaga safety seperti menggunakan pelampung dan pengaman lainnya. Beberapa hari ke depan ombak masih besar,” kata Agus.
Sebelumnya juga terjadi kecelakaan laut, yang menimpa jukung speed milik Fais, mengalami patah menjadi dua setelah menerjang ombak besar. Jukung mengalami kecelakaan saat berangkat melaut.
Jukung jenis speed itu beberapa kali melawan tingginya ombak. Setelah melewati plawangan, jukung patah menjadi dua bagian. “Selanjutnya nelayan berhasil ditolong nelayan lainnya,” jelas KBO Satpolair Polres Jember di Puger.
Banyak yang Tak Berani Pulang
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, puluhan jukung speed, perahu, dan kapal jenis sekoci banyak yang tertahan di tengah. Ini karena tingginya ombak membuat nelayan tidak berani pulang.
Bahkan terlihat beberapa jukung Speed dan perahu yang sudah siap-siap melewati plawangan namun akhirnya berputar balik. Setelah ombak di plawangan landai, nelayan baru melintas di plawangan tersebut.
Keluarga nelayan yang suaminya belum pulang langsung menunggu di sekitar breakwater. Setelah melihat jukung suaminya berhasil melintas di plawangan sang istri bersama anaknya langsung pulang. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh