Radar Jember – Polemik anggota DPRD Jember dari Fraksi Gerindra, Achmad Syahri Assidiqi, yang kedapatan bermain gim saat rapat akhirnya berbuntut sidang etik.
Sorotan publik terhadap aksi legislator muda itu memunculkan banyak pertanyaan.
Salah satunya mengenai alasan di balik tindakannya memainkan gim di tengah forum resmi dewan.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember Hanan Kukuh Ratmono memastikan persoalan tersebut telah ditindaklanjuti secara internal.
Achmad Syahri, kata dia, telah menjalani sidang etik di Majelis Kehormatan Partai (MKP).
Putusan yang dijatuhkan berupa peringatan keras dan terakhir.
Fraksi Gerindra Jember juga menegaskan akan tegak lurus terhadap hasil keputusan tersebut.
“Tidak ada ruang untuk kesalahan yang sama nanti di depan. Kalau ada kesalahan lagi tentu akan ditindaklanjuti dengan sanksi yang lebih berat, bahkan bisa sampai pemecatan,” tegas Hanan, kemarin (18/5).
Baca Juga: Achmad Syahri Anak dari Istri Keberapa Ra Fadil? Kelahiran 1999
Di tengah proses evaluasi itu, alasan di balik aksi bermain gim tersebut akhirnya terungkap.
Hanan mengaku sempat mempertanyakan langsung aktivitas Achmad Syahri sebelum kejadian itu ramai diperbincangkan publik.
Dari percakapan itulah muncul penjelasan yang tak biasa.
Syahri berdalih sedang memberi makan sapi.
Namun, sapi yang dimaksud bukanlah hewan ternak sungguhan.
Sapi tersebut merupakan karakter virtual dalam permainan Hay Day yang sedang ia mainkan.
“Iya ketua, itu rapatnya mulai jam 10 pagi sampai jam 2. Terus jam 1 saya lupa belum memberi makan sapi saya. Tapi sapi-sapi dia ternyata sapi di game-nya itu belum dikasih makan,” ujar Hanan menirukan penjelasan Syahri.
Meski alasannya terdengar tak lazim, Fraksi Gerindra memastikan kejadian tersebut menjadi evaluasi serius.
Menurut Hanan, pembinaan tidak hanya diberikan kepada Achmad Syahri.
Seluruh anggota Fraksi Gerindra juga akan menjalani evaluasi internal.
Baca Juga: Main Game dan Merokok Saat Rapat! Achmad Syahri Terbukti Hanya Melanggar AD/ART Gerindra Saja
Langkah itu dilakukan agar insiden serupa tak kembali terjadi.
“Kami melakukan evaluasi bersama agar ini tidak terjadi ke depan. Ini menjadi hal terakhir kali terjadi di Jember,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh