Radar Jember - Kasus kematian ibu dan bayi masih menjadi perhatian serius di Jember.
Karena itu, penguatan deteksi risiko kehamilan menjadi salah satu fokus utama Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Jember untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
Tidak sedikit kasus komplikasi kehamilan terlambat tertangani karena kondisi ibu hamil baru diketahui saat memasuki fase darurat.
Situasi tersebut membuat tenaga kesehatan harus bergerak cepat agar risiko yang muncul tidak berujung fatal.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes PPKB Jember Diyah Kusworini Indriaswati mengatakan, pendampingan terhadap ibu hamil berisiko tinggi perlu diperkuat hingga tingkat puskesmas.
Menurutnya, ketepatan data menjadi salah satu penentu keberhasilan penanganan di lapangan.
“Kalau data ibu hamil valid dan terpantau dengan baik, penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Risiko komplikasi juga bisa diantisipasi sejak awal,” ujarnya.
Diyah menjelaskan, masih ada sejumlah persoalan yang ditemui dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Mulai dari keterlambatan pemeriksaan kehamilan, kurangnya kesadaran kontrol rutin, hingga kasus ibu hamil risiko tinggi yang terlambat dirujuk ke fasilitas kesehatan.
Karena itu, pemantauan kehamilan dinilai tidak cukup hanya dilakukan saat pemeriksaan rutin. Tenaga kesehatan juga didorong aktif melakukan pendampingan dan memastikan kondisi ibu hamil tetap terkontrol hingga proses persalinan.
Selain faktor medis, kondisi sosial masyarakat juga ikut memengaruhi tingginya risiko kematian ibu dan bayi.
Masih ditemukan ibu hamil yang enggan memeriksakan kandungan secara berkala karena alasan ekonomi, jarak layanan kesehatan, maupun minimnya pemahaman terkait risiko kehamilan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes PPKB Jember dr Gini W. menilai percepatan penurunan AKI dan AKB membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi juga dukungan keluarga agar ibu hamil memperoleh pendampingan yang cukup selama masa kehamilan.
Baca Juga: Diduga Korslet, Ruang TU MTsN 5 Jember Terbakar
“Deteksi dini sangat penting. Kalau faktor risiko diketahui lebih awal, maka penanganannya juga bisa lebih cepat sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin,” katanya.
Pihaknya berharap penguatan pemantauan ibu hamil di seluruh wilayah dapat menekan munculnya kasus-kasus darurat yang berujung kematian.
Dengan pelayanan yang lebih cepat dan deteksi risiko yang lebih akurat, angka kematian ibu maupun bayi di Jember ditargetkan terus menurun. (dhi)
Editor : Imron Hidayatullahh