Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Inisiatif Warga Pasca Tragedi! Pasang Banner Peringatan di Perlintasan Bedadung Agar Pengendara Tak Terkecoh Palang Baru!

Jumai RJ • Sabtu, 16 Mei 2026 | 05:23 WIB
BELUM DIFUNGSIKAN: Perlintasan Kereta Api (KA) di Dusun Krajan, Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari terdapat palang pintu yang masih baru. Sayangnya palang itu belum difungsikan. (JUMAI/RADAR JEMBER)
BELUM DIFUNGSIKAN: Perlintasan Kereta Api (KA) di Dusun Krajan, Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari terdapat palang pintu yang masih baru. Sayangnya palang itu belum difungsikan. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Kecelakaan di perlintasan Kereta Api (KA) Dusun Krajan, Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, Rabu (13/5) sekitar pukul 16.30 yang menelan korban jiwa.

Membuat warga sekitar lebih peduli. Walau palang pintu belum difungsikan, mereka membuat banner tulisan ‘Palang Pintu Belum Beroperasi’.

Bahkan, pengguna jalan juga lebih melambatkan laju dan melihat sekeliling saat melintasi rel kereta api.

Baca Juga: Sempat Jadi Ketua Partai Politik di Bondowoso, Berikut Capaian Ra Fadil Ayah Achmad Syahri DPRD Jember yang Lagi Viral

Menurut warga sekitar, kawasan itu kerap menjadi tempat berkumpul anak muda pada sore hari. Banyak warga yang sengaja datang untuk merekam video saat kereta melintas.

“Setiap sore memang banyak anak muda di sini untuk melihat kereta lewat. Ada juga yang merekam video,” ujar Ibu Ho, pemilik warung di sekitar lokasi.

Dia menuturkan, pada hari yang sama sebelum kecelakaan terjadi, sempat ada pengendara motor yang nyaris tertabrak kereta.

“Siangnya sudah ada pengendara dari arah utara yang hampir tertabrak. Padahal kereta dari arah barat sudah terlihat jelas. Tetapi pengendara motor matic yang dikendarai seorang perempuan tetap memaksa lewat,” katanya.

Baca Juga: Ditemani Ketua DPRD Jember ke Jakarta, Achmad Syahri Assidiqi Tampak Takut Dicecar Pertanyaan Wartawan

Namun, pada sore harinya terjadi kecelakaan yang menewaskan seorang pengendara motor dari arah selatan.

Saat itu, pengendara lain sebenarnya sudah berhenti dan beberapa warga berteriak memperingatkan adanya kereta dari arah timur.

Oleh karena itu, warga sekitar sepakat untuk membuat tulisan ‘Palang Pintu Belum Beroperasi’. Karena menurut, Ibu Ho, banyak pengendara yang lewat mengira palang itu berfungsi.

 “Kami membuat tulisan itu agar semua awas terhadap kereta lewat dan tidak mengandalkan palang pintu, karena palang pintunya belum berfungsi,” tuturnya.

Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui di warung sekitar pos jaga mengaku, masinis terkadang tidak langsung membunyikan klakson saat mendekati perlintasan.

 “Kalau sekarang, sejak ada korban, masinis sudah membunyikan klakson dari jauh. Sebelumnya, klakson biasanya dibunyikan ketika kereta sudah dekat perlintasan,” ujar Rohmat, warga Pakusari.

Setelah insiden kecelakaan KA Sangkuriang tersebut viral, banyak warga datang ke lokasi hanya untuk melihat tempat kejadian kecelakaan yang menimpa pengendara Honda Beat bernopol P 3283 JM. Korban diketahui bernama Rafli Eko Efendik, 23, warga Jalan Gajah Mada, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates.

Baca Juga: UPDATE Sidang Achmad Syahri Anggota DPRD Jember yang Main Game Saat Rapat: Gerindra Hanya Beri Teguran Keras Saja

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, pasca kecelakaan di perlintasan KA tersebut, pengendara yang melintas kini cenderung mengurangi kecepatan. Sebagian pengendara terlihat berhenti sejenak untuk memastikan kondisi aman dengan melihat ke kanan dan kiri sebelum melintas.

Namun, ada pula warga yang datang hanya untuk melihat lokasi kecelakaan di perlintasan KA Desa Bedadung.

Sementara, Humas Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Alfaviega Septian menjelaskan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan sebenarnya telah membangun palang pintu beserta pos jaga di lokasi tersebut. Itu sebagai bagian dari proyek peningkatan jalur KA Jember-Kalisat.

“Dibangun satu paket dengan pekerjaan upgrade jalur KA sebagai komitmen meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang wilayah Jember,” ujarnya.

Namun, fasilitas tersebut hingga kini belum bisa dioperasikan karena belum tersedia personel penjaga. Menurut Alfaviega, pengadaan petugas merupakan kewenangan pemerintah daerah karena lokasi perlintasan berada di jalan kabupaten.

“Kami juga telah bersurat, berkoordinasi, dan mengimbau Dishub Jember agar menyediakan personel, termasuk melalui surat terakhir tertanggal 8 April 2026,” katanya. (jum/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#palang pintu #kecelakaan kereta #Berita Jember