Radar Jember - Mahasiswa asal Jember di Yogyakarta menyalurkan rindu pada kampung halaman lewat pentas musik patrol di Cultural Festival 15 Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dari panggung budaya tingkat nasional itu, mereka membawa pulang tiga penghargaan sebagai bukti kuatnya napas seni daerah yang terus hidup di perantauan.
Senyum merekah di wajah para mahasiswa saat tabuhan patrol mulai berpacu dengan tepuk tangan penonton.
Balutan busana hitam bermotif khas Kota Suwar-Suwir bergerak selaras di bawah cahaya panggung Graha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta.
Lewat irama yang rancak, mahasiswa asal Jember itu menumpahkan rindu kampung halaman dalam pertunjukan budaya.
Penampilan tersebut dibawakan delegasi Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Jember (IKPMJ) Yogyakarta dalam ajang Cultural Festival 15 yang digelar di Graha Sabha Pramana UGM.
Di panggung bergengsi tingkat nasional itu, mereka sukses membawa pulang tiga penghargaan sekaligus.
Perwakilan IKPMJ Yogyakarta, Muhammad Hisyam Ardiansyah, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa perantau asal Jember. Menurutnya, panggung budaya menjadi cara paling dekat untuk melepas rindu pada tanah kelahiran.
“Lewat musik patrol ini kami seperti pulang sebentar ke Jember. Ada rasa bangga bisa mengenalkan budaya daerah sekaligus membawa nama baik Kota Kelahiran di tingkat nasional,” ujarnya.
Dalam ajang tersebut, IKPMJ meraih penghargaan Penyaji Terfavorit Pagelaran Budaya, Juara 3 Penyaji Terbaik melalui tim Lurik Pandhalungan, serta Juara 3 Duta Budaya Putri yang diraih Eloquent Faiha May. Hasil itu melanjutkan tradisi positif IKPMJ dalam ajang kebudayaan mahasiswa.
Hisyam Ardiansyah menjelaskan, Cultural Festival merupakan agenda tahunan UGM Residence yang mempertemukan organisasi mahasiswa daerah dari seluruh Indonesia.
Ajang ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan kekayaan budaya masing-masing dalam balutan kreativitas pertunjukan.
Tahun ini, penampilan IKPMJ hadir dengan warna berbeda. Mereka berkolaborasi dengan Ikatan Keluarga Mahasiswa Sukoharjo (Ikemas) UGM memadukan musik patrol khas Jember dengan Tari Kebu Kinul dalam satu pertunjukan yang apik.
Dua lagu rancak mengiringi gerak para penari di atas panggung. Perpaduan tabuhan patrol dengan gerakan tari yang dinamis menghidupkan suasana dan mengundang tepuk tangan panjang dari penonton yang memenuhi auditorium.
Hisyam menyebut keberhasilan tersebut lahir dari kerja keras seluruh tim sejak masa latihan hingga hari pertunjukan. Dia berharap capaian itu menjadi penyemangat agar budaya Jember terus dikenalkan lebih luas.
“Kami ingin budaya Jember terus hadir di panggung nasional, supaya semakin banyak yang mengenal dan bangga pada warisan daerah ini,” tandasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh