Radar Jember - Wisata senja di Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, selama ini dikenal sebagai tempat favorit warga menikmati suasana sore dengan hamparan persawahan dan jalur rel kereta api yang membelah area tersebut.
Namun, suasana tenang itu berubah menjadi histeris pada Rabu (13/5) sore, setelah terjadi kecelakaan maut di perlintasan kereta api.
Insiden tersebut melibatkan KA PLB 7046A Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung dengan seorang pengendara sepeda motor di perlintasan sebidang tanpa penjagaan di Dusun Krajan, Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 itu bahkan sempat terekam kamera warga dan videonya beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman video, awalnya sejumlah warga tampak menikmati suasana sore di sekitar rel sambil merekam kereta yang akan melintas.
Tak lama kemudian, seorang pria yang mengendarai sepeda motor Honda Beat warna putih melaju menuju perlintasan dari arah selatan.
Pada saat bersamaan, KA Sangkuriang datang dari arah timur atau Banyuwangi. Pengendara sempat terlihat berhenti tepat di atas rel dan menoleh ke arah datangnya kereta. Namun, jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
Korban diketahui bernama Rafli Eko Efendik, 23, warga Jalan Gajah Mada XXIII/6, Lingkungan Condro, Kelurahan Kaliwates, Jember. Seketika, Rafli langsung tewas di lokasi.
Baca Juga: Masalah Stunting di Jember Belum Beres! Anggota DPRD Jember Ini Malah Enak Main HP Miring Saat Rapat
Warga sekitar sebenarnya telah berupaya memperingatkan korban. Sejumlah saksi bahkan berteriak meminta korban berhenti karena kereta api akan melintas.
“Warga sudah banyak yang berteriak kalau ada kereta datang. Tetapi korban tetap melaju hingga tertabrak dan terseret bersama motornya,” ujar Yahya, 26, warga Pakusari yang berada di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut memang kerap ramai pada sore hari karena menjadi lokasi favorit warga menikmati matahari terbenam.
“Palang pintunya memang masih baru dan belum berfungsi. Tetapi pengendara lain sudah berhenti karena tahu ada kereta lewat,” katanya.
Perlintasan di kawasan persawahan itu sebenarnya telah dilengkapi palang pintu baru. Namun, fasilitas tersebut belum difungsikan karena masih menunggu petugas penjaga.
Sementara itu, Kanitlaka Satlantas Polres Jember, Ipda Tommy Nur Alamsyah, mengatakan kecelakaan diduga terjadi akibat korban kurang berhati-hati saat melintasi rel kereta api.
“Korban tetap melaju meski sudah diteriaki warga dan pengendara lain sudah berhenti. Saat kereta melintas, motor korban tertabrak hingga korban terlempar beberapa meter,” ujarnya.
Akibat benturan keras, korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara meski masih mengenakan helm.
Polisi mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan mematuhi aturan saat melintasi perlintasan kereta api, terutama yang belum dijaga secara aktif. (jum/kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh