Radar Jember – Saat hujan deras mengguyur, ruas jalan yang menghubungkan Ambulu dengan Tempurejo, tepatnya di Dusun Langon, Desa/Kecamatan Ambulu, kerap tergenang banjir.
Luapan air dari saluran drainase tidak hanya menggenangi jalan aspal, tetapi juga membawa lumpur yang cukup mengganggu pengguna jalan.
Terlebih, genangan berada di jalur menikung sehingga membahayakan pengendara yang melintas. Ternyata genangan air itu muncul, karena saluran drainase tertutup tanah.
“Untuk normalisasi drainase ini sudah berjalan seminggu. Saluran dengan kedalaman sekitar 1,5 meter tertutup tanah,” kata Suyanto dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Ambulu kepada Jawa Pos Radar Jember, Rabu (13/5).
Menurutnya, sebagian besar saluran tertutup endapan tanah sehingga saat hujan deras air meluap ke jalan.
Padahal, saluran tersebut sebenarnya cukup dalam dan sudah diplengseng, bahkan bagian bawahnya telah diplester.
Suyanto menjelaskan, proses normalisasi membutuhkan waktu cukup lama karena pekerja harus masuk ke dalam saluran untuk mengangkat tanah yang menyumbat.
“Penyebab utama banjir bukan sampah plastik atau kayu, tetapi tanah yang menutup saluran,” ujarnya.
Kondisi diperparah dengan adanya bangunan warga yang menutup bagian atas saluran menggunakan cor semen.
Jika tidak terdapat bak kontrol, petugas terpaksa membongkar bagian tersebut agar tanah di dalam saluran bisa dikeluarkan.
“Kalau ada bak kontrol masih bisa lewat pinggir. Tetapi yang di depan teras toko kadang harus dibongkar supaya pekerja bisa masuk,” imbuh petugas BMSDA asal Rambipuji itu.
Pekerja juga harus bergantian masuk ke dalam saluran karena endapan tanah cukup tebal. Selain itu, saluran air berasal dari dua arah, yakni dari utara dan timur.
“Ketika hujan deras, air akhirnya meluap ke jalan aspal,” pungkasnya.
Sementara itu, Arief, warga Dusun Langon, mengaku kawasan simpang tiga tersebut hampir selalu banjir saat hujan deras turun.
Menurutnya, aliran air dari dua arah tidak mampu masuk ke saluran sehingga meluber ke jalan bersama lumpur. “Kalau hujan deras pasti banjir di sini,” ujarnya. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh