Radar Jember - Meningkatnya kasus campak membuat Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Jember mempercepat pelaksanaan imunisasi.
Tak hanya menyasar balita, vaksinasi juga diberikan kepada tenaga medis (named), tenaga kesehatan (nakes), hingga dokter internship di tiga rumah sakit daerah (RSD).
Langkah ini ditempuh untuk memperkuat perlindungan petugas kesehatan sekaligus mencegah potensi penularan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Anggota Komisi D DPRD Jember, Achmad Dhafir Syah mengingatkan agar Jember tidak mengalami kejadian serupa seperti di Jawa Barat.
Yakni ketika seorang dokter internship (isip) dilaporkan meninggal dunia usai terpapar campak dari pasien.
Menurut dia, kondisi itu harus menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk memperkuat perlindungan bagi tenaga kesehatan.
“Jangan sampai ini terjadi di Jember seperti di Jawa Barat. Mereka harus mendapatkan imunisasi,” tegasnya saat rapat dengar pendapat bersama Dinkes PPKB dan perwakilan puskesmas, Senin (11/5).
Dhafir juga menyoroti kenaikan jumlah kasus campak di Jember yang kini mencapai 119 suspek dengan 40 kasus terkonfirmasi positif.
Baca Juga: VIRAL! Anggota DPRD Jember Ini Malah Asyik ngegame Saat Rapat, Ini Profil si Anggota Dewan
Menurut Politisi PKS yang memiliki background keilmuan keperawatan ini, peningkatan itu harus dibarengi percepatan cakupan imunisasi, baik di rumah sakit maupun seluruh puskesmas. Terlebih, hasil laboratorium yang baru keluar menunjukkan penularan masih perlu diwaspadai.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Jember dr Rita Wahyuningsih mengatakan, percepatan vaksinasi ini merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi bagi daerah yang mengalami tren peningkatan kasus campak.
Pelaksanaannya berlangsung sepanjang Mei dengan teknis pelaksanaan diserahkan kepada masing-masing rumah sakit. Sementara pihaknya juga terus melakukan pemantauan rutin setiap pekan.
“Secara teknis pelaksanaan kami serahkan kepada rumah sakit untuk mengatur jadwal. Sedangkan kami memantau laporan rutinnya mingguan,” ujarnya.
Untuk kelompok dokter internship, capaian vaksinasi hampir sepenuhnya tuntas. Dari total 110 sasaran, sebanyak 106 orang telah menerima imunisasi atau setara 96 persen.
Empat lainnya belum dapat divaksin karena dua orang dalam kondisi hamil dan dua lainnya sedang sakit.
Sementara itu, progres imunisasi di rumah sakit daerah masih bervariasi. Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat mencatat 207 tenaga kesehatan tervaksin dari target 262 orang atau sekitar 79 persen.
Pelaksanaannya berlangsung hingga 14 Mei. Lalu RSD Balung yang memiliki 297 tenaga kesehatan dijadwalkan melaksanakan vaksinasi serentak pada hari ini dan esok (12-13 Mei).
Adapun RSD dr Soebandi memiliki sasaran terbesar, yakni 734 tenaga kesehatan. Hingga kini, sebanyak 186 orang telah menerima imunisasi atau sekitar 25,7 persen. Pelaksanaan vaksinasi di rumah sakit tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 23 Mei mendatang.
“Secara keseluruhan, jumlah tenaga kesehatan yang telah menerima imunisasi campak mencapai 499 orang dari total target 1.489 sasaran atau capaian sementara berada di angka 33,4 persen,” ungkapnya.
Rita menegaskan, langkah ini menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian campak di Jember.
Selain melindungi tenaga kesehatan, percepatan imunisasi juga bertujuan menjaga rumah sakit tetap aman dari potensi transmisi penyakit. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh