Radar Jember - Walimatus syafar menjadi tradisi yang kuat di tengah masyarakat Jember menjelang keberangkatan calon jemaah haji (CJH).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pamitan kepada keluarga dan tetangga, tetapi juga diisi doa bersama untuk keselamatan selama perjalanan ibadah hingga kembali ke tanah air.
Di sejumlah daerah, bentuk pelaksanaan walimatus syafar pun berbeda-beda. Ada warga yang memilih menggelar tasyakuran sederhana bersama kerabat dekat.
Namun, sebagian lainnya mengisinya dengan rangkaian kegiatan religius yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari.
Seperti yang dilakukan Misnadi bersama istrinya. CJH asal Kelurahan Kebonsari itu mengadakan munajat doa selama sehari penuh di rumahnya.
Sejak pagi, kegiatan diawali dengan khataman Alquran yang dilantunkan para tahfidzul quran.
Menjelang malam, suasana rumahnya semakin ramai oleh kedatangan keluarga, sahabat, hingga warga sekitar.
Mereka mengikuti doa bersama dan acara lepas pamit sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.
“Puncaknya lepas pamit dan permohonan doa kepada sanak keluarga, kerabat hingga tetangga,” ucapnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan semaan Quran dan dzikrul ghofilin.
Tradisi tersebut menjadi bentuk persiapan batin sekaligus permohonan agar ibadah haji berjalan lancar dan diberikan kesehatan selama berada di Makkah.
Ia mengatakan, walimatus syafar sengaja digelar untuk meminta doa restu dari masyarakat sekitar.
Menurutnya, dukungan dan doa bersama menjadi bagian penting sebelum menjalankan ibadah rukun Islam kelima.
“Semoga diberi kemudahan saat berangkat, menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, hingga kembali lagi ke rumah dengan selamat,” kata Misnadi yang merupakan Kepala SMPN 1 Mumbulsari. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh