Radar Jember – Warga berharap jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Darungan Selatan dan Dusun Darungan Utara, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, segera diperbaiki.
Sebab, sejak ambruk diterjang banjir pada Senin (15/12/2025) lalu, aktivitas warga terganggu dan hingga kini belum ada tanda-tanda pembangunan kembali.
Jembatan gantung sepanjang 105 meter dengan lebar 1,5 meter itu sebelumnya menjadi akses utama bagi pengendara sepeda motor dan becak.
Bahkan, sehari sebelum ambruk, tepatnya Minggu (14/12), perbaikan lantai jembatan baru saja selesai dilakukan.
Namun nahas, sehari kemudian jembatan kembali putus akibat derasnya arus Sungai Bedadung saat banjir melanda kawasan tersebut.
Akibatnya, warga yang biasa melintas terpaksa memutar lebih jauh untuk menuju tujuan mereka.
Meski demikian, banyak siswa SD dan PAUD serta warga yang bekerja tetap nekat menyeberang sungai menggunakan getek sederhana yang dirakit dari bambu dan drum plastik.
Sudah hampir enam bulan jembatan itu putus. Warga sempat mendapat kabar bahwa perbaikan akan dilakukan pada Mei 2026.
Namun hingga pertengahan Mei ini, belum terlihat adanya pengerjaan di lokasi.
Untuk sementara, siswa SDN Jubung 02 dan warga yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di kawasan Perumahan Griya Mangli Indah (GMI) masih bergantung pada getek penyeberangan tersebut.
Setiap pagi, dua relawan berjaga untuk membantu menarik getek yang digunakan siswa sekolah dan para ibu pekerja menyeberangi sungai.
Halima, 45, warga Dusun Darungan Selatan, berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jembatan karena akses tersebut merupakan jalur utama warga sekitar.
“Bukan hanya warga Jubung dan Pancakarya yang lewat sini, tapi juga banyak pengendara dari Jenggawah menuju Rambipuji,” ujarnya.
Baca Juga: Info Kebakaran Jember Terbaru: LPG Bocor Rumah Ludes Terbakar
Hal senada disampaikan Misyono, warga Ajung yang hampir setiap hari melintas di jalur tersebut. Menurut dia, warga hanya ingin ada kepastian pembangunan kembali jembatan tersebut.
“Kalau memang belum bisa dibangun permanen, minimal dibuatkan jembatan gantung lagi. Apalagi sebelumnya ada informasi pembangunan dimulai bulan Mei ini,” katanya.
Misyono menambahkan, pihak Dinas PU BMSDA Provinsi Jawa Timur juga sempat meninjau lokasi. Bahkan puing-puing jembatan telah dibersihkan dan dilakukan pengerukan di sekitar sungai.
“Infonya memang mau diperbaiki bulan ini. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda pembangunan,” imbuhnya.
jemberBaca Juga: Update Laka Lantas Jember: Putar Balik, Honda Mobilio Tertabrak Pemotor
Warga khawatir jika kondisi ini terus berlarut akan membahayakan keselamatan pengguna getek, terutama anak-anak SD dan PAUD yang setiap hari harus menyeberangi sungai untuk bersekolah.
“Selain anak-anak sekolah, ada juga ibu-ibu yang setiap hari menyeberang untuk bekerja. Risiko tetap ada kalau terus seperti ini,” pungkasnya. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh