SUMBERSARI, Radar Jember - Partai Golkar mulai memperkuat fondasi politik menuju Pemilu 2029. Penegasan itu terlihat dari dorongan serius partai berlambang pohon beringin tersebut dalam membangun militansi kader.
Ini sebagai modal utama menghadapi kontestasi politik lima tahunan.
Loyalitas dan rasa memiliki terhadap partai dinilai menjadi kunci penting untuk mendongkrak perolehan suara.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar M Sarmuji saat mengisi sarasehan dan pendidikan politik di Kantor DPD Partai Golkar Jember, Sabtu (9/5).
Menurutnya, militansi kader tidak lahir secara instan, melainkan harus dibangun melalui proses pendidikan politik yang berkelanjutan. Kader perlu memahami sejarah perjuangan partai sekaligus arah gerak organisasi ke depan.
"Tapi militansi itu tidak cukup hanya dibangun lewat indoktrinasi atau pelatihan saja, melainkan juga melalui keterlibatan nyata dalam program-program partai,” ujarnya.
Sarmuji menilai, keterlibatan kader dalam setiap aktivitas partai menjadi cara paling efektif menumbuhkan sense of belonging. Ketika kader merasa menjadi bagian penting dari perjalanan organisasi, loyalitas akan tumbuh secara alami.
Karena itu, seluruh struktur partai diminta membuka ruang partisipasi seluas-luasnya agar kader tidak sekadar menjadi pelengkap organisasi, melainkan ikut menentukan arah perjuangan politik Golkar.
Penguatan militansi tersebut berjalan seiring dengan konsolidasi internal yang terus digencarkan di seluruh Indonesia.
Dari 38 provinsi, musyawarah daerah tingkat provinsi hampir rampung, sementara lebih dari separuh kabupaten dan kota telah menyelesaikan musyawarah.
Di Jember, 21 dari 31 kecamatan sudah menuntaskan musyawarah kecamatan. “Musda dan Muscam ini bukan sekadar ajang perebutan jabatan. Tapi menjadi sarana mempertautkan hati dan perasaan menuju Golkar yang kursinya naik lagi,” katanya.
Dengan mesin organisasi yang terus diperkuat, Golkar menatap Pemilu 2029 dengan optimisme tinggi.
Partai ini menargetkan kenaikan kursi legislatif di berbagai tingkatan, termasuk di Jember.
Sarmuji meyakini militansi kader yang dibangun sejak dini akan menjadi energi besar untuk mewujudkan target tersebut. “Politik itu memang tidak ada yang pasti, tapi ikhtiar kita mudah-mudahan bisa sampai sembilan kursi,” pungkasnya. (kin/nur)
Editor : M. Ainul Budi