Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jadi Magnet Pemancing! Ujung Pemecah Ombak Puger Simpan Risiko Tinggi, Nyawa Jadi Taruhan Demi Ikan Kakap!

Jumai RJ • Sabtu, 9 Mei 2026 | 04:00 WIB
Warga memancing di breakwater Puger. (JUMAI/RADAR JEMBER)
Warga memancing di breakwater Puger. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Breakwater atau pemecah ombak di Pantai Pancer Puger menjadi salah satu infrastruktur penting bagi keselamatan nelayan di pesisir selatan Jember.

Bangunan yang berada di dekat plawangan Puger itu dibangun untuk mengurangi hantaman langsung ombak Samudera Hindia yang selama ini dikenal ganas dan kerap memicu kecelakaan laut.

Sebelum adanya breakwater permanen, nelayan Puger harus berjibaku dengan gelombang tinggi saat keluar masuk plawangan. Banyak jukung dan perahu nelayan terbalik ketika hendak menuju laut lepas maupun saat kembali ke pantai.

Baca Juga: Kejari Jember Bongkar Skema Korupsi Fraud Upcoding dan Phantom Billing Sejumlah RS, Perkara Naik ke Tahap Penyidikan

Dalam sejumlah catatan, kawasan plawangan Puger memang dikenal sebagai titik rawan kecelakaan laut. Ombak besar yang bertemu arus muara sering menciptakan gelombang silang yang membahayakan perahu nelayan.

Awalnya, breakwater di Pantai Pancer hanya berupa tumpukan batu sederhana. Namun seiring tingginya risiko kecelakaan laut, pemerintah kemudian melakukan pembangunan dan penguatan struktur beton secara bertahap.

Pembangunan breakwater permanen mulai diperkuat pada tahun 2014-2015. Saat itu, bangunan pemecah ombak yang sebelumnya berupa batu pecah mulai diganti menggunakan konstruksi beton agar lebih kuat menghadapi gelombang laut selatan.

Breakwater tersebut dibangun memanjang ke arah laut mengikuti jalur plawangan. Fungsinya untuk memecah energi ombak sebelum masuk ke jalur keluar masuk kapal nelayan.

Dalam perkembangannya, panjang breakwater di Pantai Pancer pernah mencapai sekitar 125 meter. Namun akibat terus diterjang ombak besar, beberapa bagian terutama di ujung bangunan mengalami kerusakan dan berkurang panjangnya.

jBaca Juga: Daftar Sekarang, Berangkat 2052! Antrean Haji di Jember Tembus 26 Tahun Akibat Ledakan Pendaftar Masa Lalu!

Gelombang tinggi dari Samudera Hindia membuat struktur beton di bagian ujung perlahan ambrol. Warga setempat menyebut bagian ujung breakwater sering menjadi titik paling parah diterjang ombak karena langsung berhadapan dengan laut lepas.

Selain melindungi nelayan, breakwater juga berfungsi menjaga stabilitas muara agar jalur plawangan tidak cepat tertutup sedimentasi pasir. Sebab jika muara dangkal, aktivitas kapal nelayan akan semakin berbahaya.


Pada 2018 lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan saat itu, Susi Pudjiastuti, bahkan sempat meninjau langsung Pantai Pancer Puger. Ia menilai breakwater di kawasan tersebut masih belum memadai dan perlu diperpanjang agar ombak laut selatan dapat lebih efektif dipecah.

Kini breakwater Pantai Pancer tidak hanya menjadi pelindung nelayan, tetapi juga ikon kawasan pesisir Puger.

Banyak warga maupun wisatawan datang ke lokasi itu untuk melihat aktivitas perahu, memancing, hingga menikmati panorama laut selatan Jember yang terkenal dengan ombaknya yang ganas. (jum/dwi)

Baca Juga: Gus Fawait Lobi Menkop! Koperasi Desa Merah Putih di Jember Disiapkan Jadi Pemasok Utama Program MBG!

Jadi Magnet Pemancing

Selain berfungsi sebagai pemecah ombak, breakwater di Pantai Pancer Puger kini juga menjadi lokasi favorit para pemancing. Hampir setiap sore hingga malam hari, kawasan tersebut dipenuhi warga yang berburu ikan laut.

Lokasinya yang menjorok ke laut membuat breakwater menjadi titik strategis untuk memancing. Arus laut yang bertemu di sekitar bebatuan pemecah ombak menciptakan habitat ikan yang cukup banyak.

Tidak hanya warga Puger, pemancing dari luar daerah juga datang untuk mencoba keberuntungan di kawasan plawangan tersebut. Mereka biasanya memancing ikan karang, hingga kakap yang sering muncul di sekitar arus laut. “Ikannya mantap-mantap di sini,” ucap Ahmad Hanan warga Wuluhan.

Baca Juga: Jember Jadi Pionir Nasional! BP Taskin Puji Langkah Gus Fawait Kerahkan ASN Lakukan Verval Data Kemiskinan

Namun di balik daya tariknya, kawasan breakwater menyimpan risiko tinggi. Ombak besar dari Samudera Hindia dapat datang sewaktu-waktu dan menghantam area bebatuan. Kondisi licin serta angin kencang juga menjadi ancaman bagi pemancing.

Beberapa kecelakaan laut bahkan pernah terjadi di sekitar breakwater akibat pemancing terlalu dekat dengan bibir ombak. Ada pula yang terpeleset saat mengambil kail yang tersangkut di batu pemecah ombak. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Pantai Pancer #puger #Plawangan #breakwater