Radar Jember - Jumlah koperasi yang tumbuh di Jember terus bertambah dari waktu ke waktu. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi geliat ekonomi kerakyatan di daerah.
Namun, pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan tata kelola agar koperasi yang terbentuk sehat dan berkelanjutan.
Untuk itu, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Jember menggelar bimbingan teknis pemeriksaan kesehatan koperasi di Aula Diskopumda, pekan lalu.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 koperasi di Jember. Bimtek ini difokuskan untuk meningkatkan pemahaman pengurus koperasi terkait mekanisme penilaian kesehatan kelembagaan secara berkala.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat materi dari narasumber LPK Nay Nau Jasa Utama Malang, Yusuf Sofyan dan Dyah Ayu P.
Ini meliputi kebijakan pengawasan dan kepatuhan koperasi berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 9 Tahun 2020.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai indikator penilaian kesehatan koperasi, mulai aspek permodalan, kualitas aset, manajemen, efisiensi, hingga likuiditas.
Sekretaris Diskopumdag Jember, Wiwik Supartiwi, mengatakan, pemeriksaan kesehatan koperasi menjadi instrumen penting untuk memastikan kelembagaan berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Evaluasi berkala, kata dia, juga membantu mendeteksi potensi persoalan sejak dini sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
“Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pengurus koperasi terkait pentingnya pemeriksaan kesehatan koperasi secara berkala. Sehingga potensi permasalahan dapat dideteksi sejak dini dan segera ditindaklanjuti,” kata Wiwik.
Tak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti sesi praktik pengisian Kertas Kerja Penilaian Kesehatan Koperasi (KKPKK).
Melalui simulasi tersebut, pengurus koperasi diajak memahami secara langsung proses evaluasi kondisi lembaga masing-masing.
Pemeriksaan kesehatan koperasi minimal dilakukan satu kali dalam setahun, meski untuk hasil yang lebih optimal dianjurkan dilaksanakan setiap semester.
Pihaknya menilai penguatan kapasitas sumber daya manusia koperasi menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kelembagaan.
Pembinaan dan pendampingan serupa akan terus dilakukan agar koperasi di Jember tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga tumbuh sehat, profesional, dan berdaya saing.
“Harapannya koperasi di Jember semakin kuat secara tata kelola dan mampu memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan anggotanya,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh