Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Petani Wuluhan Menjerit! Solar Subsidi Langka Saat Masa Tanam, Terpaksa Beli Eceran Mahal Demi Sawah Tetap Terairi!

Sidkin • Senin, 4 Mei 2026 | 07:00 WIB
KESULITAN: Salah seorang petani saat mengairi sawah dengan pompa air berbahan bakar solar. Di Wuluhan, mereka mengeluhkan kesulitan mendapat rekomendasi untuk pembelian solar subsidi. (JUMAI/RADAR JEMBER)
KESULITAN: Salah seorang petani saat mengairi sawah dengan pompa air berbahan bakar solar. Di Wuluhan, mereka mengeluhkan kesulitan mendapat rekomendasi untuk pembelian solar subsidi. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Memasuki masa tanam kedua, petani di Jember mulai dihadapkan pada persoalan akses solar subsidi.

Sejumlah petani di Kecamatan Wuluhan mengeluhkan lambannya penerbitan surat rekomendasi pembelian solar untuk kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan).

Kondisi ini mendapat perhatian Komisi B DPRD Jember karena dinilai berpotensi mengganggu kelancaran musim tanam.

Baca Juga: Langsung Tancap Gas, Kajari Jember: Dugaan Korupsi Bank Jatim CP Kalisat Naik ke Penyidikan

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto mengatakan, pihaknya menerima laporan langsung dari petani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kecamatan Wuluhan.

Berdasarkan informasi yang ia terima, permohonan rekomendasi solar subsidi telah disampaikan ke Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember.

Akan tetapi, hingga akhir April masih belum diterbitkan karena disebut masih menunggu hasil sidang.

Menurut Candra, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut, terlebih saat petani sedang memasuki fase penting musim tanam.

Ia menilai pelayanan terhadap kebutuhan dasar petani harus dioptimalkan.

Baca Juga: Lain dari yang Lain! Jember Rayakan May Day dengan Aksi Out of the Box, Pesan Damai Gus Fawait Bikin Semua Pihak Adem!

“Pelayanan terhadap masyarakat, terutama petani yang hari ini sedang memasuki masa tanam itu harus dioptimalkan, harus dilakukan dengan baik,” tegasnya.

Akibat keterlambatan rekomendasi, sejumlah petani terpaksa membeli solar secara eceran dengan harga jauh di atas harga subsidi.

Candra menyebut harga solar eceran yang dibeli petani berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per liter.

“Ini sangat merugikan para petani, karena biaya produksi mereka otomatis bertambah di tengah kebutuhan tanam yang mendesak,” ujar Politisi PDIP Jember tersebut.

Karena itu, Komisi B meminta Bupati Jember Muhammad Fawait segera memerintahkan Dinas TPHP agar memperlancar proses penerbitan rekomendasi tersebut.

Candra menegaskan persoalan administratif maupun proses hukum seharusnya tidak menghambat pelayanan kepada petani.

Baca Juga: Waspada! Penyalahgunaan KTP Bisa Bikin Bantuan PKH Melayang, Tim PKH Jember Ingatkan Warga Lebih Hati-Hati

“Kalau masalah urusan hukum silakan berlanjut. Tapi selama proses verifikasi dan pemutakhiran rekomendasi solar untuk petani dilakukan dengan baik, ini akan berdampak positif bagi petani dan pelayanan masyarakat. Apalagi kita akan menghadapi ancaman El Nino Godzilla pada 2026,” pungkasnya. (kin/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#solar subsidi #alsintan #DTPHP #DPRD jember #petani jember