Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukan Sekadar Kampus! Potensi Tersembunyi Jember Ini Bisa Jadi Tambang Emas Jika Pemerintah Berani Lakukan Langkah Ini!

Sidkin • Senin, 4 Mei 2026 | 04:00 WIB
“Kalau saya lihat, kita enggak kalah. Cuma memang cara mengeksplornya yang masih kurang.” HERWINDRO WICAKSONO, Pengusaha Konstruksi Jember. (SIDKIN ALI/ RADAR JEMBER)
“Kalau saya lihat, kita enggak kalah. Cuma memang cara mengeksplornya yang masih kurang.” HERWINDRO WICAKSONO, Pengusaha Konstruksi Jember. (SIDKIN ALI/ RADAR JEMBER)

Radar Jember - Potensi besar sebenarnya sudah terpampang di depan mata.

Bentang alam yang menjanjikan, kampus-kampus yang terus tumbuh, hingga geliat ekonomi lokal menjadi modal kuat bagi Jember untuk menarik investor. 

Namun, menurut kalangan pengusaha, potensi itu belum sepenuhnya diolah menjadi daya tarik investasi yang mampu menggerakkan lapangan kerja dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Pengusaha konstruksi Jember, Herwindro Wicaksono, menilai Jember memiliki fondasi yang cukup menjanjikan untuk berkembang lebih cepat.

Baca Juga: Langsung Tancap Gas, Kajari Jember: Dugaan Korupsi Bank Jatim CP Kalisat Naik ke Penyidikan

Kehadiran perguruan tinggi negeri di Jember, menurutnya sudah menjadi magnet tersendiri yang memicu pertumbuhan kawasan sekitar.

Aktivitas mahasiswa dari berbagai daerah secara otomatis memunculkan perputaran ekonomi baru, mulai sektor hunian, kuliner, hingga jasa pendukung lainnya.

“Itu memang sudah potensi yang mulai berkembang dengan sendirinya,” ujarnya.

Meski begitu, ia melihat masih banyak ruang yang belum tergarap optimal, terutama di sektor pariwisata.

Baca Juga: Lain dari yang Lain! Jember Rayakan May Day dengan Aksi Out of the Box, Pesan Damai Gus Fawait Bikin Semua Pihak Adem!

Herwindro menilai sejumlah destinasi di Jember memiliki daya saing kuat jika dibandingkan daerah lain yang kini lebih dulu berkembang sebagai tujuan wisata.

Pantai Papuma, Payangan, hingga kawasan Bandealit disebutnya memiliki keindahan yang tak kalah dengan destinasi di Bali maupun Lombok.

“Kalau saya lihat, (pantai, Red) kita enggak kalah. Cuma memang cara mengeksplornya yang masih kurang,” kata pria yang juga Wakil Ketua I BPC Gapensi Jember tersebut.

Dari sisi pelaku usaha, peluang investasi sebenarnya terbuka lebar jika pemerintah mampu mendorong iklim usaha yang lebih progresif.

Erwin mengaku kalangan pengusaha lokal sejauh ini masih lebih banyak bergerak pada sektor kerja operasional ketimbang masuk ke ranah investasi jangka panjang.

Baca Juga: Waspada! Penyalahgunaan KTP Bisa Bikin Bantuan PKH Melayang, Tim PKH Jember Ingatkan Warga Lebih Hati-Hati

Kondisi itu, menurutnya, membutuhkan keberanian pemerintah daerah untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih konkret.

Dorongan kebijakan yang berpihak pada kemudahan investasi dinilai bisa menjadi pemantik agar pelaku usaha lokal mulai berani menanamkan modal di daerahnya sendiri.

Ia mengakui, regulasi perizinan saat ini relatif lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Namun tantangan lain justru datang dari kesiapan sosial masyarakat dalam menerima percepatan investasi.

Menurutnya, masih ada kekhawatiran di tengah masyarakat ketika investasi masuk, terutama terkait dampak sosial dan perubahan ruang hidup.

Padahal, jika dikelola dengan komunikasi yang baik, perkembangan investasi justru bisa membawa manfaat luas bagi warga sekitar.

Baca Juga: Peringatan May Day 2026 di Jember: Gus Fawait Komitmen Jaga Keseimbangan Hak Buruh dan Ramah Investasi

Baginya, Jember hanya membutuhkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman pembangunan yang berjalan biasa-biasa saja.

Potensi besar yang dimiliki tidak cukup hanya menjadi kebanggaan geografis tanpa langkah berani untuk mengeksplorasi dan menggarapnya.

Erwin meyakini, jika pemerintah mampu hadir sebagai penggerak dan fasilitator, investasi yang tumbuh tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas.

“Semua daerah pasti punya tantangan. Tinggal bagaimana kita membangun komunikasi dan pendekatannya agar sama-sama jalan,” tegasnya. (kin/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #pantai papuma #Pantai Payangan #potensi daerah