Radar Jember – Upaya pencarian korban hilang, Muhamad Ali Makrus 33, warga Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, memasuki hari ketiga, kemarin (1/5).
Namun, proses pencarian oleh tim SAR gabungan masih terkendala kondisi cuaca buruk.Sejak pagi, hujan deras disertai kabut tebal di tengah laut menyebabkan pencarian sempat tertunda.
Selain itu, ketinggian ombak yang mencapai sekitar 1,9 meter juga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran.
Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet milik Basarnas Banyuwangi dan jukung viber milik SAR Rimba Laut.
Area pencarian difokuskan di sekitar Bukit Seroyo, Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu—lokasi korban dilaporkan hilang saat memancing bersama keluarganya pada Selasa (28/4).
Tim juga memperluas pencarian ke arah timur hingga Pantai Nanggelan serta ke barat menuju Pantai Nyamplong Kobong, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.
Selain tim SAR, nelayan setempat dan keluarga korban turut terlibat dalam pencarian, baik di laut maupun di sepanjang bibir pantai.
Ketua SAR Rimba Laut, Sunyono, menyampaikan bahwa kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam operasi pencarian. “Sejak pagi hujan deras, di tengah laut juga berkabut dan ombak cukup tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Dantim Basarnas Banyuwangi, Edi Suryono, menegaskan bahwa keselamatan tim tetap menjadi prioritas utama.
“Meski terkendala cuaca, pencarian tetap dilakukan dengan peralatan yang tersedia,” katanya. Pantauan di lokasi, puluhan keluarga korban telah berada di sekitar Bukit Seroyo sejak pagi, berharap korban segera ditemukan.
Turunkan Tim Penyelam
Pencarian korban hilang Muhamad Ali Makrus (33), warga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, tidak hanya dilakukan melalui penyisiran laut, tetapi juga dengan metode penyelaman.
Pada kemarin Jumat (1/5) 2026) siang, anggota SAR Rimba Laut, Muksin 45, melakukan penyelaman di lokasi korban jatuh setelah dihantam ombak di tebing Bukit Seroyo, Pantai Payangan.
Menggunakan jukung viber bernama “Bos Muda”, tim melakukan pencarian bawah air di titik yang diduga menjadi lokasi awal korban terseret ombak.
Proses penyelaman tersebut turut disaksikan oleh keluarga korban yang ikut dalam pencarian.
Baca Juga: Perkuat Perlindungan Warga Jember di Luar Negeri, Gus Fawait Targetkan Pendirian Pos P4MI di Daerah!
Setelah penyelaman di lokasi kejadian, pencarian dilanjutkan ke sejumlah titik lain, seperti Pantai Malikan, Teluk Pace, hingga Pantai Nyamplong Kobong, Kecamatan Gumukmas.
Selain anggota SAR Rimba Laut, kegiatan pencarian juga melibatkan Basarnas Banyuwangi, keluarga korban, serta relawan lainnya.
Namun hingga proses penyelaman dilakukan, korban belum berhasil ditemukan. “Hasilnya masih nihil. Kondisi ombak di lokasi juga masih cukup besar,” ujar Muksin. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh