Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Misteri Hilangnya Pemancing di Pantai Payangan Jember, Saksi Lihat Cahaya Lampu Sebelum Korban Terseret ke Tengah Laut!

Jumai RJ • Kamis, 30 April 2026 | 05:00 WIB
PENCARIAN: Petugas SAR Rimba Laut bersama Satpolair Polres Jember melakukan pencarian korban hilang di sekitar di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Rabu (29/4) pagi. (JUMAI/RADAR JEMBER)
PENCARIAN: Petugas SAR Rimba Laut bersama Satpolair Polres Jember melakukan pencarian korban hilang di sekitar di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Rabu (29/4) pagi. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Seorang pemancing dilaporkan hilang setelah dihantam ombak besar saat memancing di kawasan Bukit Seroyo atau Teluk Love, Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Selasa (28/4) malam.

Korban diketahui bernama Mohamad Ali Makrus 33, warga Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.

Ia datang bersama dua saudaranya, Moh Masrokhin 45 dan Abdul Rochim 37, untuk memancing di lokasi yang berada di balik Bukit Seroyo.

Baca Juga: Dispendik Jember Adopsi Sistem Modern Surabaya! Siapkan Layanan Satu Pintu Agar Urusan Sekolah Makin Cepat!

Mereka tiba di lokasi pada sore hari dan langsung menuju area karang setelah memarkir kendaraan.

Sekitar pukul 19.00, saat sedang memancing di tepi karang, tiba-tiba ombak besar menghantam korban hingga terjatuh ke laut.

“Korban sempat melambaikan tangan sambil memegang lampu, lalu hilang terseret ombak karena kondisi gelap,” ujar Moh Masrokhin, kakak korban.

Usai kejadian, kedua saksi segera naik ke bukit untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada warga dan petugas.

Pencarian awal langsung dilakukan oleh relawan dan nelayan di sekitar lokasi, namun hasilnya nihil karena gelap dan ombak besar.

Baca Juga: Haru! Anak Sopir Jadi Lulusan Teladan Unmuh Jember, Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang Raih Gelar Sarjana!

AIPTU Agus Rianto, PS KBO Satpolair Polres Jember, menjelaskan bahwa lokasi memancing berada di area yang sulit dijangkau karena harus melewati medan perbukitan dan tebing.

Hal ini menjadi kendala dalam proses pencarian. “Korban jatuh di area yang jauh dari pantauan. Medannya sulit karena harus naik turun bukit,” ujarnya.

Pencarian dilanjutkan pada Rabu (29/4) oleh tim SAR Rimba Laut, Satpolair, nelayan, serta keluarga korban dengan menggunakan perahu jukung. Namun hingga siang hari, korban belum ditemukan.

Menurut Agus, tingginya gelombang yang mencapai sekitar dua meter menjadi faktor utama sulitnya pencarian. Operasi pencarian rencananya akan dilanjutkan kembali keesokan harinya.

Sementara itu, Kapolsek Ambulu AKP Solikhan Arif membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pencarian telah dilakukan sejak malam kejadian, namun belum membuahkan hasil.

“Selain menyisir bibir pantai, pencarian juga dilakukan menggunakan jukung oleh tim gabungan dan keluarga korban,” katanya.

Baca Juga: Niat Kuat Berbuah Manis! Warga Umbulsari Jember Ini Sukses Lunasi Ongkos Haji Pakai Uang Koin Sekoper Hasil Nabung 12 Tahun

Sebelum kejadian, korban diketahui sempat menunaikan salat Magrib sebelum kembali memancing.

Rekan korban, Hari 63, mengaku biasanya memancing bersama korban di lokasi tersebut. Namun pada hari kejadian, korban memilih pergi bersama kedua saudaranya. (jum/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #teluk love #Pemancing Hilang #Pantai Payangan #terseret ombak