Radar Jember - Layanan pendidikan di Jember terus ditingkatkan. Kini, pelayanan diarahkan pada sistem yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah belajar langsung ke daerah yang dinilai lebih maju dalam pelayanan publik.
Kota Surabaya pun dipilih sebagai rujukan untuk menguatkan konsep Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) bidang pendidikan tersebut. Kunjungan pun dilakukan ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya, pekan lalu.
Baca Juga: Head to Head Jember vs Banyuwangi: Bapenda Sebut New Power Jember Mulai Lampaui Old Power!
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, Arief Tjahjono, menegaskan, studi tiru ini bukan sekadar kunjungan formal.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk menyerap praktik baik yang bisa langsung diterapkan di Jember.
“Ini bukan kunjungan biasa. Kami ingin belajar langsung dan mengadopsi hal-hal positif agar layanan pendidikan di Jember semakin cepat, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Di Surabaya, rombongan Dispendik Jember melakukan observasi langsung terhadap mekanisme pelayanan PTSP yang sudah terintegrasi.
Mulai dari proses penerimaan berkas, pengelolaan antrean, hingga penyelesaian administrasi dipelajari secara detail.
Baca Juga: Diduga Epilepsi Kambuh, Warga Garahan Jember Hilang Saat Mandi
Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dalam layanan publik juga menjadi fokus utama yang dinilai mampu memangkas waktu dan mempermudah masyarakat.
Konsep PTSP dinilai menjadi jawaban atas berbagai kendala pelayanan yang selama ini kerap dirasakan masyarakat.
Dengan sistem terpusat, masyarakat tidak perlu lagi berpindah-pindah untuk mengurus berbagai keperluan administrasi pendidikan.
Efisiensi dan kepastian layanan menjadi nilai tambah yang ingin dihadirkan Dispendik Jember ke depan.
Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif antara kedua instansi untuk saling berbagi pengalaman.
Berbagai aspek dibahas, mulai dari standar operasional prosedur (SOP), sistem monitoring dan evaluasi, hingga strategi komunikasi publik yang efektif.
“Pelayanan tidak hanya soal sistem, tetapi juga komitmen dan pola pikir sebagai pelayan masyarakat. Kami harus responsif, solutif, dan berorientasi pada kepuasan publik,” tegas Arief.
Baca Juga: Penyegaran Kejati Jatim, Yadyn Resmi Pimpin Kejari Jember
Ke depan, hasil studi tiru ini diharapkan bisa segera diimplementasikan secara bertahap di Jember. Penguatan PTSP menjadi bagian dari upaya membangun budaya pelayanan prima di lingkungan pendidikan.
“Sepulang dari sini, kami membawa semangat perubahan. Apa yang dipelajari harus bisa diterapkan agar masyarakat merasakan langsung peningkatan kualitas layanan,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh