Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jember Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Bunyikan Sirine Serentak, Ingatkan Ancaman Karhutla Hingga Agustus!

Maulana RJ • Rabu, 29 April 2026 | 04:00 WIB
"Kita juga menghimbau dan mengajak masyarakat, terutama di lereng-lereng hutan dan perbatasan, untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar." EDY BUDI SUSILO, Kepala BPBD Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)
"Kita juga menghimbau dan mengajak masyarakat, terutama di lereng-lereng hutan dan perbatasan, untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar." EDY BUDI SUSILO, Kepala BPBD Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Seluruh jajaran Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah Kabupaten/Kota di Indonesia serentak melakukan aksi siaga bencana.

Di Jember, aksi tersebut ditandai dengan pembunyian sirine, lonceng, dan kentongan tepat pada pukul 10.00 WIB.

Tepat saat puncak apel akbar Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, di Agrowisata Persemaian Permanen Garahan (PPG), Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember, Sabtu (25/4).

jBaca Juga: Head to Head Jember vs Banyuwangi: Bapenda Sebut New Power Jember Mulai Lampaui Old Power!

Momentum ini menjadi simbol bahwa seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember, siap siaga dalam menghadapi bencana, khususnya di musim kemarau yang sebentar lagi datang.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyatakan bahwa BPBD bersama seluruh komponen terkait, termasuk OPD-OPD, Forkopimda, dan seluruh unsur stakeholder, telah menyatakan status siaga. 

Menurut dia, pemerintah daerah telah menyiapkan posko-posko untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau dan potensi ancaman kekeringan.

"Kondisi hari ini sudah ditetapkan menjadi siaga darurat kekeringan," kata Edy, seusai apel HKB 2026.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan rilis BMKG, prediksi bencana kekeringan akan terjadi pada akhir April hingga Agustus mendatang. 

Baca Juga: Penyegaran Kejati Jatim, Yadyn Resmi Pimpin Kejari Jember

Mengingat durasi yang cukup panjang dan potensi dampak yang ekstrem, seluruh pihak diminta untuk segera melakukan langkah antisipasi.

Sebagai upaya mitigasi, BPBD Jember telah melakukan beberapa langkah, di antaranya menjaga kelestarian bersama dinas terkait, Perhutani dan BKSDA, untuk bersama-sama masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kami juga menghimbau dan mengajak masyarakat, terutama di lereng-lereng hutan dan perbatasan, untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar yang dikhawatirkan menyebar kemana-mana, itu semua bagian dari ikhtiar antisipasi kita," katanya.

Lebih jauh, Edy Budi juga mengaku telah menghidupkan sistem peringatan dini, menginstruksikan Camat, untuk berkoordinasi dalam memantau wilayah masing-masing bersama Kapolsek, dan Danramil.

Dia menyinggung mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana megathrust yang diprediksi berpotensi terjadi.

Baca Juga: Diduga Epilepsi Kambuh, Warga Garahan Jember Hilang Saat Mandi

"Kami selalu siaga, karena ancaman itu tentu juga diprediksi. Oleh karena itu, kita selalu melakukan simulasi-simulasi, bagaimana siapa berbuat apa ketika bencana megathrust itu datang," tegasnya. (mau/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#BPBD Jember #Jember #karhutla #Kekeringan