Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jangan Asal Buang! Intip Cara TPS3R Baratan Jember Ubah Sisa Makanan Program MBG Jadi Cuan dan Pakan Ternak

M Adhi Surya • Senin, 27 April 2026 | 08:30 WIB
“Minimal ada satu orang yang benar-benar paham soal pengelolaan sampah di setiap dapur. Itu penting supaya alurnya tidak salah sejak awal,” NURUL HIDAYAH, Koordinator TPS3R Baratan. (TPS3R BARATAN)
“Minimal ada satu orang yang benar-benar paham soal pengelolaan sampah di setiap dapur. Itu penting supaya alurnya tidak salah sejak awal,” NURUL HIDAYAH, Koordinator TPS3R Baratan. (TPS3R BARATAN)

Radar Jember - Produksi tinggi dari dapur program MBG setiap hari tak hanya soal memastikan ketersediaan makanan, tetapi juga menyisakan persoalan lain yaitu pengelolaan sampah.

Volume limbah yang terus bertambah menuntut sistem penanganan yang rapi agar tidak menimbulkan dampak lingkungan, sekaligus memberi nilai tambah dari sisi daur ulang.

Di sejumlah titik dapur MBG, sampah yang dihasilkan berasal dari berbagai sumber, mulai dari sisa bahan makanan hingga kemasan.

Baca Juga: Bukan Cuma Wisata Alam! Bupati Jember Targetkan Wisata Medis Internasional, Begini Nasib Trio RSD ke Depan!

Jika tidak dipilah sejak awal, potensi untuk didaur ulang baik organik maupun nonorganik akan sulit dimaksimalkan. Kondisi ini mendorong perlunya standar pengelolaan yang lebih terstruktur.

Koordinator Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Baratan, Nurul Hidayah, menilai setiap dapur seharusnya memiliki tenaga khusus yang memahami pengelolaan limbah.

Keberadaan tenaga ahli dinilai krusial agar proses pemilahan dan pengolahan berjalan konsisten.

“Minimal ada satu orang yang benar-benar paham soal pengelolaan sampah di setiap dapur. Itu penting supaya alurnya tidak salah sejak awal,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Cak Oyong itu menambahkan, pengelolaan sampah bukan sekadar memindahkan limbah ke tempat pembuangan.

Baca Juga: Laga Panas di Batu! Persid Jember Boyong Skuad Penuh Tantang Persikoba, Uji Nyali Jelang Liga 4 Nasional!

Lebih dari itu, diperlukan sistem yang mampu memilah antara sampah organik dan nonorganik sejak dari sumbernya.

Menurutnya, sampah organik seperti sisa makanan masih memiliki potensi untuk diolah kembali menjadi kompos atau pakan ternak.

Sementara itu, sampah nonorganik seperti plastik dan kemasan bisa dipilah untuk didaur ulang, sehingga mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Namun, di lapangan masih ditemukan sejumlah dapur yang belum menerapkan pemilahan secara optimal.

Salah satu kendalanya adalah keterbatasan sumber daya manusia dan minimnya pemahaman tentang pengelolaan sampah yang benar.

Baca Juga: Sejarah Baru! RSD dr. Soebandi Jember Masuk 5 Besar Nasional, Kini Bisa Cetak Dokter Spesialis Secara Mandiri!

Cak Oyong berharap ke depan ada perhatian lebih dari pengelola program untuk memperkuat sistem ini.

“Kalau dikelola dengan baik, sampah justru bisa jadi nilai ekonomi. Tapi kalau diabaikan, justru jadi masalah lingkungan,” tegasnya. (dhi/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Mbg #TPS3R #Sampah