Radar Jember - Kartu Nusuk kini tak lagi dibagikan setibanya di Tanah Suci. Pada musim haji 2026, pemerintah mulai menyerahkan dan mengaktifkan kartu identitas jemaah itu di embarkasi sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
Kebijakan baru tersebut menjadi bagian dari penyesuaian sistem layanan haji yang lebih tertib dan terintegrasi sejak awal perjalanan. Dengan skema ini, jemaah sudah mengantongi identitas resmi sebelum mendarat di Arab Saudi.
Sebelumnya, kartu Nusuk baru diterima jemaah setelah tiba di Tanah Suci. Perubahan ini dinilai akan mempermudah akses layanan karena seluruh data jemaah telah terkoneksi sejak keberangkatan.
Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, menegaskan pentingnya kartu Nusuk bagi jemaah selama menjalankan ibadah haji.
“Kartu Nusuk merupakan identitas resmi bagi jemaah selama berada di Tanah Suci dan terintegrasi dengan sistem layanan pemerintah Arab Saudi,” ujarnya dikutip laman Jawa Pos, kemarin (26/4).
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember, Nur Sholeh, menyebut ribuan calon jemaah haji (CJH) asal Jember mulai dijadwalkan masuk asrama haji pada awal Mei. Total sebanyak 2.961 jemaah masuk dalam kuota tahun ini.
Ia memastikan seluruh tahapan persiapan telah dituntaskan. Manasik haji di tingkat kecamatan hingga kabupaten sudah rampung, sementara dokumen perjalanan seperti visa sebagian besar juga telah terbit.
“Manasik sudah selesai, dokumen juga sebagian besar sudah siap. Tinggal menunggu jadwal masuk asrama sesuai kloter,” jelasnya.
Pemberangkatan jemaah dilakukan secara bertahap. Kloter 37 dijadwalkan masuk asrama pada 1 Mei, disusul kloter 71 pada 9 Mei, serta kloter 85 dan 86 pada 10 Mei.
Adapun kloter utama mulai masuk asrama pada pertengahan Mei. Rinciannya, kloter 90 dan 91 pada 14 Mei, kloter 92 hingga 95 pada 15 Mei, serta kloter 96 sampai 98 pada 16 Mei.
Sebagian kloter akan bergabung dengan daerah lain. Kloter 90 tergabung dengan Situbondo, sedangkan kloter 98 bersama Lumajang. Sementara kloter 91 hingga 97 merupakan jemaah penuh asal Jember.
Nur Sholeh mengimbau calon jemaah menjaga kesehatan menjelang keberangkatan. Ia meminta agar aktivitas berat dikurangi agar kondisi tetap prima saat berangkat ke Tanah Suci. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh