Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Asyik TikTokan, Ibu di Jember Tak Sadar 3 Anaknya Nyaris Tewas Digulung Ombak Puger! Warga Langsung Hujat!

Jumai RJ • Senin, 27 April 2026 | 07:00 WIB
PERLU KESADARAN TINGGI: Ida, ortu tiga anak yang terseret ombak sempat dihujat warga karena teledor saat main TikTok, sementara anaknya nyaris tenggelam. (JUMAI/RADAR JEMBER)
PERLU KESADARAN TINGGI: Ida, ortu tiga anak yang terseret ombak sempat dihujat warga karena teledor saat main TikTok, sementara anaknya nyaris tenggelam. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Ini pelajaran sekaligus peringatan keras bagi semua orang tua yang membawa anaknya ke pantai.

Di pantai Cemara, ada tiga anak mandi di laut hingga digulung ombak, sementara ibunya asyik TikTok-an.

Insiden ini pun membuat warga geram pada sang ibu, meski ketiganya berhasil diselamatkan oleh nelayan.

Baca Juga: Bukan Cuma Wisata Alam! Bupati Jember Targetkan Wisata Medis Internasional, Begini Nasib Trio RSD ke Depan!

Musibah tiga anak terseret ombak ini terjadi di Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger. Saat itu, ketiga anak mandi di muara sungai, namun ikut arus menuju pantai.

Ketiga anak ini yakni berinisial RK, YK, dan DF. Satu anak sudah SMP, sedangkan yang dua masih SD, asal Kecamatan Sumberbaru.

Pada saat ketiga anak mandi, ibunya bernama Ida, 35, diketahui main TikTok di tempat yang jauh dari lokasi anaknya mandi.

Awalnya, tiga anak itu memang mandi di tempat yang aman. Namun, ketiganya berpindah mandinya di pinggir pantai yang ombaknya masih besar.

Baca Juga: Laga Panas di Batu! Persid Jember Boyong Skuad Penuh Tantang Persikoba, Uji Nyali Jelang Liga 4 Nasional!

Pengunjung di lokasi tidak mengira kalau ketiganya terseret ombak hingga ke tengah. Apalagi, ketiga anak memang sedang bermain, namun ternyata semakin ke tengah karena terseret arus dan digulung ombak.

Riski, saat itu berteriak minta tolong kepada para pengunjung. "Pak tolong, pak tolong, tolong…!” suara Riski cukup keras sambil melambaikan tangannya.

Teriakan itu kemudian terdengar nelayan yang sedang menaikkan menaikkan penumpang ke jukung.

Seketika, puluhan nelayan pun langsung bergegas melepas sarung dan kaos, berlari menuju tiga korban yang terseret ke tengah. Pertama yang berhasil ditolong RK, yang duduk di bangku SMP. Selanjutnya dua adiknya yang masih duduk dibangku SD itu berhasil ditolong.

Saat itu, nelayan kesulitan saat mau menolong korban, karena ombak terus datang dan dua korban yang masih sekolah SD itu sudah terseret hingga jauh dari bibir pantai.

Andika, nelayan yang juga warga sekitar mengaku setelah melihat ada nelayan berlari, dirinya spontan ikut berlari.

Baca Juga: Sejarah Baru! RSD dr. Soebandi Jember Masuk 5 Besar Nasional, Kini Bisa Cetak Dokter Spesialis Secara Mandiri!

“Ketiganya memang mandi hingga ke tengah, pengunjung tidak menyangka kalau ketiganya itu terseret. Karena terlihat sambil bergurau. Yang tertolong pertama yang lebih besar, selanjutnya dua anak kecil berhasil ditolong tetapi sudah di tengah,” kata Andika.

Menurut RK, dia dan keluarganya berangkat dari rumahnya naik dua sepeda motor. Dia mengaku bersama ibunya.

 "Saya bersama adik awalnya mandi di pinggir, tetapi terus ke tengah akibat terseret ombak," katanya.

Sementara ibunya baru tahu kalau anaknya terseret ombak setelah diumumkan di pengeras suara.

Baca Juga: Subsidi Salah Sasaran! Jasa Laundry hingga Hotel Juga Pakai Gas Elpiji 3 Kilo di Jember

Setelah sekitar 15 menit, Ida baru sadar kalau yang terseret ombak itu adalah anaknya Ketika ibunya datang, sang ibu sempat memarahi anaknya.

Namun, oleh warga Ida dihujat habis-habisan, karena saat anaknya mandi hingga terseret ombak, malahan TikTokan.

Kasus ini pun menjadi tambahan catatan kasus akan keteledoran orang tua saat membiarkan anak mandi di pantai.

Namun, kasus yang ini tiga anak beruntung masih selamat karena tertolong oleh nelayan Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, yang selalu siap di pinggir pantai dan gerap cepat memberikan pertolong.

Warga pun diimbau agar tidak lengah. “Orang tua yang membawa anak ke pantai, jangan tidak membiarkan anaknya mandi sendirian. Imbauan ini pun juga disampaikan lewat pengeras suara, kata Pak Reni, warga sekitar.

Dihimbau Masih Tetap Mandi Dilaut

IMBAUAN kepada pengunjung pantai untuk tidak mandi sejatinya telah lama disampaikan. Termasuk dari kepolisian seperti disampaikan Aiptu Agus Rianto Ps KBO Satpolair Polres Jember.

Menurutnya, pihaknya sudah sering melakukan imbauan agar pengunjung pantai tak mandi di laut.

Tetapi masih saja ada yang tetap mandi di pantai. Bahkan, saat pengunjung datang ke pantai, orang tua malah membiarkan anaknya mandi sendirian atau mandi dengan anak pengunjung lainnya.

Dikatakan, kasus yang dialami 3 anak patut menjadi peringatan keras bagi semua pengunjung yang datang ke Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger.

 Apalagi, ibunya teledor. “Biasanya ketika anaknya mandi dengan pengunjung lainnya, ibunya di warung atau bermain HP,” kata Agus.

Dikatakan, mandi di laut seakan menjadi tradisi yang sulit dihilangkan. Sebagian besar orang mengaku tak puas jika tidak mandi. “Mereka mengaku kurang puas kalau datang ke pantai tidak mandi,” katanya.

Meski demikian, Satpolair tetap rutin memberikan imbauan, sekalipun ada yang tetap mengabaikan imbauan agar tidak mandi di laut.

“Seperti mereka ini, masih tetap nekat mandi. Awalnya memang mandi di muara sungai, tetapi lama-lama mandi di pinggir pantai sampai terseret ombak,” pungkas Agus. (jum/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #puger #Pantai Cemara #terseret ombak