Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Perjuangan Hidup Mati! Nelayan Payangan Terpaksa Berenang ke Tengah Laut demi Amankan Jukung dari Ombak Besar!

Jumai RJ • Sabtu, 25 April 2026 | 06:00 WIB
TAK BISA PULANG: Puluhan jukung jenis speed milik nelayan Payangan diparkir di tengah laut sekitar Bukit Samboja, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, akibat ombak besar yang membuat perahu tak bisa bersandar ke tepi. (JUMAI / RADAR JEMBER)
TAK BISA PULANG: Puluhan jukung jenis speed milik nelayan Payangan diparkir di tengah laut sekitar Bukit Samboja, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, akibat ombak besar yang membuat perahu tak bisa bersandar ke tepi. (JUMAI / RADAR JEMBER)

Radar Jember – Cuaca laut yang belum bersahabat dalam beberapa hari terakhir memaksa nelayan mengubah kebiasaan. Ombak tinggi membuat jukung tak lagi leluasa bersandar di bibir pantai.

Seperti yang terjadi di perairan Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Puluhan jukung jenis speed milik nelayan setempat terpaksa “parkir” di tengah laut, tepatnya di sekitar Bukit Samboja.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari hantaman ombak yang bisa mencapai ketinggian hingga 2,4 meter.

Konsekuensinya tak ringan. Nelayan yang baru pulang melaut harus berenang untuk mencapai daratan.

Baca Juga: Jangan Menunggu Menjamur Baru Ditertibkan, PKL Kaliputih Jember Kembali Berjualan setelah Dibongkar

 Begitu pula saat hendak berangkat, mereka harus menembus air lebih dulu demi mencapai jukung yang tertambat di tengah.

“Kalau ombak besar, ya terpaksa jukung diparkir di tengah. Nelayan akhirnya harus berenang supaya bisa sampai ke perahu,” ujar Abdurahman, nelayan Payangan yang akrab disapa Abduh, Jumat (24/4).

Menurut dia, kondisi ini sudah berlangsung beberapa hari terakhir. Biasanya, saat ombak landai, jukung bisa bersandar di sekitar breakwater yang baru dibangun.

Namun, ketika gelombang meninggi, area tersebut justru rawan. “Banyak yang akhirnya parkir di sekitar Bukit Samboja. Mau berangkat atau pulang ya harus berenang,” imbuhnya.

Baca Juga: Lampu Hias Ini Dibiarkan Rusak, Sisa Jember di Awal Melenium?

Tak hanya di Samboja, sebagian nelayan juga memilih memindahkan jukungnya ke Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.

Akses yang lebih aman membuat mereka rela menempuh jarak lebih jauh, bahkan harus membawa sepeda motor ke lokasi atau diantar keluarga.

Sementara itu, jalur Plawangan yang biasa menjadi akses keluar masuk jukung juga tak berani dilewati. Tingginya ombak membuat nelayan memilih opsi yang lebih aman meski lebih merepotkan.

“Daripada ambil risiko, banyak yang ke Papuma. Ombaknya relatif lebih landai, meski tetap harus berenang,” tandas Abduh.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (24/4), puluhan jukung terlihat berjajar di tengah laut sekitar Bukit Samboja.

Baca Juga: Fungsikan JPO Jompo Jember! Banyak yang Nekat Menyebrang Langsung

Pemandangan yang tak biasa, namun menjadi pilihan paling aman di tengah gelombang yang masih tinggi. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Berita Jember #Pantai Payangan #ombak tinggi #ambulu #bukit samboja jember