Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jangan Menunggu Menjamur Baru Ditertibkan, PKL Kaliputih Jember Kembali Berjualan setelah Dibongkar

Jumai RJ • Jumat, 24 April 2026 | 14:04 WIB
BERDIRI LAGI: Warung yang kembali berdiri dan berjualan di pinggir jalan Rambipuji-Balung yang dikhawatirkan memicu munculnya warung lainnya. (JUMAI/RJ)
BERDIRI LAGI: Warung yang kembali berdiri dan berjualan di pinggir jalan Rambipuji-Balung yang dikhawatirkan memicu munculnya warung lainnya. (JUMAI/RJ)

 

RAMBIPUJI, Radar Jember – Puluhan warung di sepanjang jalan provinsi jurusan Rambipuji–Balung, tepatnya di Dusun Kaliputih, Desa/Kecamatan Rambipuji, Kab. Jember telah dibongkar.

Pembongkaran dilakukan menyusul proyek pelebaran jalan oleh Dinas PU Bina Marga Provinsi yang dilakukan dengan pengecoran.

 Akibatnya, para pemilik warung terpaksa membongkar lapak mereka dan pindah ke lokasi lain.

Baca Juga: Fungsikan JPO Jompo Jember! Banyak yang Nekat Menyebrang Langsung

Sebagian pedagang kemudian berpindah ke pinggir jalan di Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Ada pula yang berjualan di lahan milik Perhutani dengan izin, sehingga tidak lagi menempati bahu jalan.

Namun, belakangan muncul kembali satu warung yang nekat berdiri di pinggir jalan. Lokasinya berada di tikungan dekat traffic light sisi timur. Kondisi ini membuat pembeli harus memarkir kendaraan di bahu jalan, yang berpotensi mengganggu lalu lintas.

Suwono, warga Rambipuji, menilai jika PKL di sekitar lampu merah tersebut tidak segera ditertibkan, maka akan memicu munculnya pedagang lain.

Baca Juga: Lampu Hias Ini Dibiarkan Rusak, Sisa Jember di Awal Melenium?

“Jangan menunggu sampai banyak baru ditertibkan. Warung lain sudah tertib berjualan di dalam lahan Perhutani, di bawah pohon jati,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan keberanian pedagang yang kembali berjualan di pinggir jalan.

 “Kenapa bisa berani? Apakah ada yang menyuruh atau punya kedekatan dengan pihak tertentu,” tambahnya.

Menurutnya, jika dibiarkan, keberadaan warung di pinggir jalan akan memicu munculnya warung-warung baru di lokasi yang sama.

Sementara itu, salah satu pemilik warung yang kini berjualan di dalam area Perhutani mengaku heran dengan kondisi tersebut. Ia menyebut, sebelumnya seluruh pedagang yang berada di pinggir jalan sudah ditertibkan setelah proyek pelebaran jalan. 

“Dulu semua sudah tidak boleh jualan di pinggir jalan. Kami pindah ke dalam, di bawah pohon jati. Tapi sekarang kok ada yang boleh lagi di pinggir jalan,” ujarnya, enggan disebutkan namanya. (jum/dwi)

 

Editor : M. Ainul Budi
#berita jember hari ini #Jember #PKL