Radar Jember – Tiga peserta penyandang disabilitas mengikuti hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Unej.
Yogi Ardiansyah, Muhammad Derbian Dwi Putra, dan Carissa Vania Artamevira datang sebagai bagian dari ribuan peserta yang menjalani seleksi masuk perguruan tinggi.
Sejak pagi, ketiganya mengikuti alur ujian yang telah ditetapkan panitia.
Proses dimulai dari pemeriksaan di pintu masuk hingga menuju ruang transit sebelum memasuki ruang ujian, dengan pendampingan yang disesuaikan kebutuhan masing-masing.
Fasilitas yang disiapkan kampus juga mendukung pelaksanaan ujian bagi peserta disabilitas.
Penataan ruang, akses menuju lokasi ujian, serta kesiapan petugas membantu memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman.
Ketua Pusat UTBK Unej, Slamin, menyampaikan pelaksanaan hari pertama berjalan tertib.
Menurutnya, manajemen waktu yang disiplin menjadi kunci kelancaran alur masuk peserta sehingga suasana ujian tetap kondusif.
Baca Juga: Akhirnya Warga Dusun di Jember Ini Bisa Tenang, Aliran Sungai Baru Ditutup Tuntas Ditutup
“Selain kelancaran teknis, kami juga melakukan langkah preventif ketat untuk menjaga integritas ujian melalui pengawasan identitas dan pemantauan traffic data secara real-time guna mengantisipasi anomali. So far so good, tidak ditemukan kecurangan pada hari pertama,” ujarnya.
Di dalam ruang ujian, Derbian menilai kondisi ruangan cukup mendukung.
“Ruangannya bagus, AC-nya dingin, posisi kursi dan komputer juga sesuai dan sama sekali tidak menyulitkan. Hal-hal seperti itu membuat saya lebih tenang dan bisa fokus mengerjakan soal,” katanya.
Derbian mengaku cukup percaya diri dengan pilihan studinya di bidang bahasa dan sastra.
Ia terinspirasi oleh Tere Liye dan menargetkan dapat melanjutkan pendidikan sesuai minatnya, sementara Yogi dan Carissa tetap fokus pada jurusan yang mereka tuju.
Yogi juga merasakan kemudahan selama proses ujian, terutama dari sisi pendampingan petugas sejak awal kedatangan hingga menuju ruang ujian.
Ia menyebut bantuan tersebut memudahkan mobilitas peserta disabilitas.
Dari sisi materi ujian, Yogi mengaku sempat mengalami kesulitan pada bagian penalaran matematika.
Sementara Carissa menghadapi tantangan pada soal pengetahuan kuantitatif, namun tetap berusaha menyelesaikan seluruh soal. (dhi/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh