Radar Jember - Penanganan kasus dugaan penyelewengan solar bersubsidi di wilayah Sumbersari, belum menunjukkan perkembangan berarti sejak dilaporkan pada pertengahan Maret lalu.
Perkara ini bahkan sudah masuk tahap penyidikan, namun progresnya dinilai masih minim.
Kasus tersebut mencuat setelah David Handoko Seto menemukan indikasi transaksi BBM subsidi dalam jumlah besar di SPBU Jalan Teuku Umar.
Temuan itu kemudian dilaporkan ke aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.
Baca Juga: Ini Jadwal Lengkap Operasi Gas LPG Murah di Kantor Kecamatan se-Jember
Kuasa hukum David, Mohammad Husni Thamrin, mengungkapkan bahwa ada dua laporan yang diajukan.
“Ada dua laporan. Dugaan percobaan pembunuhan dan dugaan penyimpangan BBM bersubsidi. Sampai hari ini, sejak kejadian dan sejak dilaporkan, belum ada perkembangan dari kepolisian,” ujarnya.
Ia menilai lambannya penanganan ini perlu menjadi perhatian serius.
“Kami telah meminta Mabes Polri dan Divisi Propam Mabes Polri untuk melakukan supervisi terhadap penanganan oleh Polres Jember,” katanya.
Baca Juga: Akhirnya Warga Dusun di Jember Ini Bisa Tenang, Aliran Sungai Baru Ditutup Tuntas Ditutup
Dorongan juga diarahkan ke parlemen pusat. Thamrin menyebut pihaknya meminta Bambang Haryadi turun tangan.
“BBM ilegal ini sudah jadi perkara nasional karena terjadi di mana-mana,” ucapnya.
Menurut dia, penyidikan dugaan penyelewengan BBM telah berjalan sejak 18 Maret lalu. Namun hingga kini, pemeriksaan baru menyasar pelapor.
“Yang kami dengar, baru Pak David Handoko Seto yang sudah diperiksa. Sekali tahap penyelidikan, sekali tahap penyidikan,” katanya.
Pihaknya juga mengingatkan agar pemeriksaan saksi lain segera dilakukan secara intensif.
“Kami khawatir barang bukti bisa hilang jika tidak segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Dalam inspeksi sebelumnya, ditemukan dugaan pengangkutan solar hingga sekitar 4.000 liter dari SPBU tersebut.
Polisi telah melakukan penyegelan sementara sambil mendalami sejumlah kejanggalan, termasuk sistem pengawasan yang tidak aktif serta dugaan penyalahgunaan mekanisme pengisian BBM subsidi.
Seperti diketahui, pascalaporan dilayangkan, pihak kepolisian bersama Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi, melakukan sidak lokasi SPBU di Jalan Teuku Umar.
Dalam pelaksanannya, Wakapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan menegaskan akan menindak serius kasus penyelewengan BBM bersubsidi tersebut.
“Kami akan tindak tegas para pelaku yang melakukan penyalahgunaan BBM subsidi di Kabupaten Jember,” ucapnya lalu. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh