Radar Jember - Memiliki hunian layak menjadi impian setiap orang. Di tengah himpitan ekonomi, harapan itu telah menyala, terwujud menjadi kenyataan hingga akhirnya menghampiri sebuah keluarga kecil di ujung timur pusat kota Jember.
Di dusun Karang Sirih, Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, sebuah bangunan berdiri dengan wajah baru yang mencolok. Dindingnya kini kokoh berbahan batako, dipoles dengan warna putih kombinasi merah muda atau pink -sebuah simbol cinta dan harapan baru bagi penghuninya.
Rumah itu milik Sumiyati, 38. Saat ditemui pada Selasa (7/4), raut wajahnya tak mampu menyembunyikan binar kebahagiaan. Baginya, bangunan ini bukan sekadar tempat berteduh, tetapi akhir dari sebuah perjuangan panjang melawan getirnya kemiskinan.
Baca Juga: Ini Jadwal Lengkap Operasi Gas LPG Murah di Kantor Kecamatan se-Jember
Dulu, rumah Sumiyati adalah potret nyata nestapa. Sebagai pekerja serabutan, penghasilannya hanya cukup untuk menyambung nyawa dari hari ke hari. Jangankan bermimpi membangun rumah, untuk memperbaiki atap yang bocor saja ia tak berdaya.
Bangunan lama yang didominasi kayu dan bambu sudah dimakan usia. Saban hujan deras mengguyur, ia dan keluarganya harus bertarung mencari sudut kering agar tidak basah kuyup di dalam rumah sendiri.
Ketiadaan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) juga menjadi beban tersendiri. Saban hari, keluarga ini harus menumpang ke rumah kerabat atau tetangga hanya untuk urusan sanitasi.
Lantai tanah yang becek saat hujan dan debu yang beterbangan saat kemarau adalah kawan akrab mereka selama bertahun-tahun.
Tidak terhitung, berapa lama keluarga Sumiati berkawan dengan kemelaratan yang melengkapi kegetiran hidupnya itu. Mungkin bertahun-tahun. Kata beberapa tetangganya bahkan sudah belasan tahun.
Baca Juga: Akhirnya Warga Dusun di Jember Ini Bisa Tenang, Aliran Sungai Baru Ditutup Tuntas Ditutup
"Dulu atapnya bocor, kalau hujan ya basah semua. Lantainya masih tanah, belum ada kamar mandi juga, jadi harus numpang," kenang Sumiyati, kepada Jawa Pos Radar Jember (7/4).
Namun, kepahitan itu kini resmi menjadi kenangan. Melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Kabupaten Jember, gubuk tua itu bertransformasi menjadi hunian yang sehat dan bermartabat, bersama keempat anggota keluarganya.
Genting yang dulu rapuh kini diganti konstruksi kokoh yang menjamin ketenangan saat badai datang. Kebahagiaannya belum terhenti di situ. Di lokasi, beberapa petugas dari Dinsos turun memberikan bantuan berupa perabotan kasur, bantal, dan paket sembako.
Tak ada kata-kata yang terucap oleh keluarga kecil ini selain ungkapan terimakasih. "Terimakasih, semoga sehat semua, sehat pak bupatinya, sehat keluarganya," kata emak-emak 38 tahun itu, dalam Bahasa Madura.
Kebahagiaan Sumiyati kian lengkap saat Bupati Jember, Muhammad Fawait, datang berkunjung langsung ke kediamannya dalam rangkaian program Bunga Desaku.
Pria yang akrab disapa Gus Fawait itu sengaja meninjau hasil renovasi untuk memastikan anggaran pemerintah benar-benar mendarat tepat di atas kepala rakyat yang membutuhkan.
Sambil duduk lesehan dan berbincang hangat, Gus Fawait mendengarkan langsung luapan syukur dari keluarga kecil ini. Bagi Sumiyati, kehadiran pemerintah melalui program RTLH bukan sekadar bantuan fisik, tapi sentuhan kemanusiaan yang mengangkat martabat keluarganya.
Tidak ketinggalan, sebagai bentuk ekspresi terimakasih, Sumiati menghadiahkan sekijang pisang kepada Gus Fawait. Kata dia, manisnya rasa pisang itu seperti halnya manisnya sentuhan hangat pemerintah yang kini telah membuat kediamannya jauh lebih bermartabat.
"Terima kasih banyak Gus Bupati, sekarang sudah punya kamar mandi sendiri, sudah tidak bocor lagi," imbuh dia, disusul dengan foto bersama Bupati Gus Fawait.
Dari informasi yang dihimpun, rumah Sumiati, merupakan salah satu dari total rumah yang direhabilitasi melalui program ini tersebar melalui beberapa sumber pendanaan.
Dari APBD 201 unit, dari APBD-APBN melalui Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 145 unit, dan dari CSR salah satu Himbara 15 unit.
"Kami sangat mengapresiasi pemerintah desa setempat dan jajaran dari Dinsos untuk RTLH ini. Do'akan kami ya bapak ibu, semoga dapat terus membawa Jember lebih baik lagi," tambah Gus Fawait. (dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh