PAKIS, Radar Jember – Warga Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kab. Jember kini bisa sedikit bernapas lega. Aliran sungai baru yang terbentuk pasca banjir bandang 2022 lalu, kini kering setelah bagian hulunya ditutup menggunakan bronjong.
Sebelumnya, aliran tersebut kerap menjadi langganan kiriman kejutan setiap hujan deras turun.
Bukan cuma air, tapi juga lumpur, bambu, hingga batang pohon ikut datang tanpa permisi.
Selama dua kali banjir bandang, warga di sekitar Sungai Petung menjadi korban. Luapan sungai di perbatasan Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, dan Desa Pakis, Kecamatan Panti, bahkan sempat merusak rumah warga.
Dua rumah mengalami kerusakan parah, sementara dua lainnya rutin kebanjiran.
Saat hujan deras mengguyur cukup lama, air dengan mudah meluber ke halaman hingga masuk ke dalam rumah. Kondisi ini memaksa pemilik rumah mengungsi demi keselamatan.
“Sekarang sudah lebih tenang. Sejak aliran sungai baru di sisi timur ditutup, air kembali ke jalur semula,” ujar Haris 52, salah satu warga terdampak.
Ia menambahkan, sebelumnya setiap hujan turun, rasa waswas selalu datang lebih dulu daripada air.
Bahkan, dirinya bersama keluarga dan tetangga kerap mengungsi ke polindes saat debit air meningkat.
Perbaikan dilakukan dengan menutup bagian hulu aliran baru menggunakan bronjong. Dampaknya langsung terasa.
Aliran yang dulu aktif kini mengering. Tak hanya itu, rumah warga yang sempat terdampak juga mulai diperbaiki secara swadaya.
Salah satunya rumah Abdul Wahid yang sebelumnya ambrol akibat gerusan air, kini ditopang bambu agar tetap berdiri.
“Dulu kalau hujan itu rasanya deg-degan. Sekarang sudah lebih aman, tidak seperti dulu yang airnya datang bawa macam-macam,” imbuh Haris.
Kesepakatan penutupan aliran baru ini merupakan hasil musyawarah antara pemerintah desa, pihak kecamatan, dan instansi terkait di bidang sumber daya air. Warga berharap kondisi ini bisa bertahan. Sebab bagi mereka, sungai yang kembali ke jalur semula. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi