Radar Jember - Pemkab Jember menerjunkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan verifikasi faktual (verfal) kemiskinan secara langsung ke warga.
Pendataan ini dilakukan agar benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
DPRD pun ikut mengingatkan, proses ini harus dilakukan dengan serius karena keakuratan data menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.
Baca Juga: Bakal Berdiri di Jember! Simak Tugas dan Estimasi Gaji Penjamin Mutu Kampung Nelayan Merah Putih
Sasarannya memang warga miskin yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Langkah ini diambil untuk memastikan data yang digunakan pemerintah benar-benar akurat.
Apalagi Pemkab Jember terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah.
Ketua Komisi D DPRD Jember Sunarsi Khoris menilai kebijakan tersebut sebagai langkah realistis.
Tapi ia juga menegaskan pentingnya kualitas dalam proses pendataan. Menurutnya, persoalan bantuan sosial kerap bermula dari data yang tidak sinkron.
“Pendataan ini penting supaya bantuan tidak salah sasaran. Kalau datanya sudah valid, intervensi pemerintah juga akan lebih tepat,” ujarnya.
Sunarsi menekankan, verifikasi faktual tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Semua elemen harus dilibatkan, mulai dari ASN hingga pendamping sosial di lapangan.
Meski dikejar target rampung sebelum akhir April 2026, ia mengingatkan agar kecepatan tidak mengorbankan ketelitian.
“Ini bukan soal tidak percaya, tapi memastikan data yang ada benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan,” tegas Politisi PKB tersebut.
DPRD juga berencana memanggil sejumlah pihak untuk memastikan tidak ada perbedaan data antarinstansi, mulai dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pendamping PKH, pendamping desa, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Sekretaris Daerah.
Sinkronisasi dinilai penting agar DTSEN benar-benar menjadi rujukan tunggal.
Ia optimistis, jika data sudah valid dan menyasar kelompok paling rentan di desil 1 hingga 4, maka program pengentasan kemiskinan di Jember akan lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh