Radar Jember - Setelah sempat tertunda selama dua tahun, Liga Mahasiswa akhirnya bakal digelar di Jember.
Askab PSSI Jember menandai keseriusan itu dengan menggelar technical meeting (TM) dan drawing tim di Kantor Askab PSSI Jember, kompleks Stadion Jember Sport Garden (JSG) Ajung, kemarin (21/4) pagi.
Sebanyak 10 perguruan tinggi siap bersaing jadi yang terbaik.
Baca Juga: Inspirasi Kartini dari Jember: Ning Ghyta Ajak Perempuan Berani Bermimpi dan Bergerak Nyata
Ketua Panitia, Zainul Arifin, mengatakan, Liga Mahasiswa sejatinya merupakan program yang sudah digagas sejak 2024.
Namun, realisasinya sempat tertunda karena sejumlah kendala, terutama terkait lisensi pelatih.
“Untuk mahasiswa, pelatih minimal harus berlisensi C. Itu yang dulu jadi kendala. Tapi sekarang sudah ada kesiapan, sehingga tahun ini bisa berjalan,” ujarnya, kemarin.
Animo perguruan tinggi pun terbilang tinggi. Dari rencana awal 12 tim, akhirnya sebanyak 10 tim dipastikan ambil bagian setelah dua tim mundur.
Dalam TM dan drawing, tercatat tujuh perguruan tinggi hadir langsung, sementara satu tidak mengirim perwakilan dan dua lainnya berhalangan hadir.
“Antusiasmenya cukup bagus. Apalagi Liga Mahasiswa ini gratis. Ini jadi awal yang bagus,” imbuhnya.
Sepuluh tim peserta kemudian dibagi ke dalam dua grup, masing-masing berisi lima tim.
Sistem yang digunakan adalah setengah kompetisi dengan poin di fase grup, lalu dilanjutkan babak gugur untuk tim yang lolos.
Dua tim teratas dari masing-masing grup akan melaju ke fase berikutnya.
Rencananya, pertandingan akan mulai digelar pada Mei 2026. Nantinya dilaksanakan setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu, dengan dua laga per hari.
Setiap pertandingan berdurasi 2x35 menit dan diperkirakan berlangsung selama dua bulan. Seluruh laga akan dipusatkan di Stadion Notohadinegoro, dengan opsi tambahan di JSG jika memungkinkan.
“Harapannya liga ini jadi wadah bagi mahasiswa untuk terus berkompetisi setelah lulus dari level pelajar. Nantinya tidak menutup kemungkinan akan kami kembangkan ke level Tapal Kuda hingga Jawa Timur,” pungkasnya. (kin/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh