Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Teror Mata Jahat! Mahasiswi FH Unej Merasa Tak Aman di Kelas Usai Beredar Foto Eksploitasi Tubuh Mahasiswi!

M Adhi Surya • Rabu, 22 April 2026 | 07:00 WIB
RESAH: Puluhan mahasiswa FH Unej unjuk rasa karena ada teror oknum cabul fetis foto bagian tertentu di lingkungan kampus. (AUREL)
RESAH: Puluhan mahasiswa FH Unej unjuk rasa karena ada teror oknum cabul fetis foto bagian tertentu di lingkungan kampus. (AUREL)

Radar Jember - Kasus dugaan pelecehan seksual berbasis visual terhadap mahasiswi Fakultas Hukum (FH) Universitas Jember (Unej) mencuat dan memicu keresahan di kalangan mahasiswa.

Dugaan tersebut terungkap setelah beredarnya sejumlah foto hasil jepretan tersembunyi di media sosial. Dalam foto itu, korban dipotret dari jarak jauh saat beraktivitas, kemudian gambar diperbesar (zoom) pada bagian tubuh tertentu.

Meski para korban mengenakan busana lengkap, tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk eksploitasi tubuh secara visual yang tidak pantas. Peristiwa ini pun memicu trauma dan kemarahan di lingkungan kampus.

Baca Juga: Inspirasi Kartini dari Jember: Ning Ghyta Ajak Perempuan Berani Bermimpi dan Bergerak Nyata

Koordinator lapangan aksi, Evilia Nur Anggraini, mengungkapkan rasa tidak aman yang kini dirasakan mahasiswa.

“Rasanya seperti terus diawasi oleh mata yang jahat. Kami tidak lagi merasa aman hanya untuk duduk di koridor atau berjalan menuju kelas,” ujarnya.

Keresahan mahasiswa kian meningkat karena mereka merasa berpotensi menjadi objek fetish oleh oknum tidak bertanggung jawab. Padahal, lingkungan fakultas seharusnya menjunjung tinggi nilai hukum dan keadilan.

Kecaman pun datang dari berbagai elemen mahasiswa. Mereka menilai tindakan memotret tanpa izin dengan tujuan melecehkan merupakan pelanggaran serius terhadap martabat individu dan tidak bisa ditoleransi.

Baca Juga: Siap Operasi Mei Mendatang! RSBS Jember Kembali Bantu 10 Pasien Bibir Sumbing dan Celah Langit dari Luar Kota! 

Mahasiswa mendesak pihak dekanat untuk tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga mengambil langkah tegas guna menghentikan perilaku menyimpang tersebut.

Selain itu, mereka meminta investigasi dilakukan secara transparan dan tuntas. Sanksi berat, termasuk drop out (DO), dinilai perlu diterapkan sebagai efek jera sekaligus mencegah kasus serupa terulang.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FH Unej, Rosita Indrayati, menegaskan bahwa pihak fakultas tidak tinggal diam.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Tidak ada tempat bagi pelaku pelecehan di lingkungan kampus. Perlindungan terhadap mahasiswa menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.

Ia menambahkan, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unej untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk keseriusan kampus dalam menangani laporan para penyintas serta mengungkap pelaku di balik kejadian tersebut.

Baca Juga: Darurat Sampah Jember! DPRD Desak Pengelolaan Terpadu Sebelum TPA Benar-Benar Jadi Ancaman Kesehatan Warga!

Pihak fakultas juga memastikan seluruh proses penanganan akan mengikuti regulasi yang berlaku di lingkungan perguruan tinggi. (dhi/dwi)

 

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #UNEJ #FH UNEJ #pelecehan seksual #fakultas hukum