Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Penuh Perjuangan! Jembatan Ambruk, Ibu-ibu ART di Jember Rela Seberangi Sungai Bedadung Pakai Perahu Karet!

Jumai RJ • Rabu, 22 April 2026 | 05:00 WIB
SATU TEKAD: Sejumlah ibu-ibu yang bekerja sebagai asisten rumah tangga menyeberang Sungai Bedadung menggunakan perahu karet untuk berangkat kerja, kemarin (21/4). (JUMAI/RADAR JEMBER)
SATU TEKAD: Sejumlah ibu-ibu yang bekerja sebagai asisten rumah tangga menyeberang Sungai Bedadung menggunakan perahu karet untuk berangkat kerja, kemarin (21/4). (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Pasca-ambruknya jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Darungan Utara dan Dusun Darungan Selatan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, warga kini harus mencari alternatif penyeberangan.

Jika sebelumnya warga bisa melintas langsung melalui jembatan, kini mereka harus memutar melalui jalan raya dengan jarak yang lebih jauh dan lalu lintas yang padat.

Sejak disediakannya perahu karet oleh relawan Mapalus FISIP Unej, warga mulai memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menyeberangi Sungai Bedadung.

Tidak hanya pelajar, perahu karet juga dimanfaatkan oleh warga, terutama ibu-ibu yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Perumahan Griya Mangli Indah (GMI).

Siti Hamidah dan Maria Nurhomsah mengaku sangat terbantu dengan adanya perahu karet tersebut.

“Awalnya kami lewat jalan raya dengan sepeda, tapi harus memutar jauh. Sekarang bisa menyeberang sungai naik perahu, jadi lebih dekat,” ujar Hamidah.

Ia menambahkan, sepeda biasanya dititipkan di rumah warga di Dusun Darungan Utara, sehingga saat berangkat dan pulang kerja cukup menyeberang menggunakan perahu karet.

Operator perahu, Sujono (55), warga Dusun Darungan Utara, mengatakan siap membantu menyeberangkan warga setiap hari.

"Awalnya perahu ini untuk siswa SDN Jubung 02, tapi sekarang warga juga bisa memanfaatkannya,” ujarnya.

Menurutnya, layanan penyeberangan berlangsung sejak pagi hingga sore hari, menyesuaikan aktivitas warga yang berangkat dan pulang kerja.

“Selain saya, ada juga operator lain seperti Pak Soleh dan Pak Sueb, jadi kami bergantian,” tambahnya.

Warga memilih menggunakan perahu karet karena selain lebih dekat, jalur alternatif melalui jalan raya dinilai lebih berisiko akibat padatnya kendaraan. (jum/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Sungai Bedadung #Jember #Jembatan Ambruk #jembatan penghubung