Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bertaruh Nyawa! Tak Lagi Pakai Rakit Bambu, Siswa SD di Jubung Kini Seberangi Sungai Bedadung Pakai Perahu Karet!

Jumai RJ • Selasa, 21 April 2026 | 04:17 WIB
TETAP SEMAMGAT: Kondisi sejumlah siswa SDN Jubung 02, yang rumahnya berada di Dusun Darungan Utara Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi terpaksa menyeberang sungai menggunakan perahu karet. (JUMAI/RADAR JEMBER)
TETAP SEMAMGAT: Kondisi sejumlah siswa SDN Jubung 02, yang rumahnya berada di Dusun Darungan Utara Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi terpaksa menyeberang sungai menggunakan perahu karet. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Dua pekan sebelumnya beberapa siswa SDN Jubung 02 yang rumahnya di utara Sungai Bedadung, tepatnya di Dusun Darungan Utara, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, terpaksa berangkat ke sekolah dengan naik getek atau perahu rakit dari bambu.

Setelah menyeberang menggunakan getek, akhirnya direspon oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Jubung. Sejak Sabtu (18/4) lalu siswa-siswa SD itu sekarang beralih naik perahu karet milik UKM Mapalus FISIP Universitas Jember (Unej).

Perahu karet itu bisa menampung orang lebih banyak berangkat ketimbang perahu getek sebelumnya. Selain itu, siswa yang menyeberang sungai menggunakan perahu karet diharuskan menggunakan pelampung.

Baca Juga: Legitimasi PCNU Jember Sudah Lama Wasalam, Alotnya Restu dari PBNU Dituding Jadi Biangnya

“Hal ini demi keamanan siswa saat menyeberang Sungai Bedadung yang jaraknya 50 meteran. Selain siswa yang pakai pelampung bagian Operator perahu juga menggunakan pelampung,” kata Dimas Krisdianto Putra, wakil Ketua BPD Jubung.

"Sejak Sabtu (28/4) lalu siswa yang rumahnya berada di utara Sungai Bedadung nyeberangnya sudah tidak naik getek/rakit dari bambu lagi. Karena ada perahu karet milik Mapalus FISIP Universitas Jember," lanjut dia.

Menurut Dimas, dengan adanya perahu karet itu bisa diisi hingga enam orang siswa sekaligus. Bila ada beberapa orang tua siswa yang hendak ikut pun juga bisa. Tapi hanya satu atau dua orang saja.

“Karena SOP nya kalau menyeberang sungai menggunakan perahu karet sudah disiapkan. Sehingga siswa maupun orang tuanya tetap menggunakan pelampung,” imbuh dia kepada Jawa Pos Radar Jember.

Baca Juga: ASN Jember Keluar Ruangan Ber-AC! Kini Wajib Terjun ke Lapangan demi Verifikasi 97 Ribu Warga Miskin Desil 1!

"Alhamdulillah ada perahu karet milik Mapalus FISIP Unej, sehingga siswa dan warga bisa menyerang sungai dengan nyaman," beber dia.

“Karena kalau ke sekolah harus lewat jalan raya, jaraknya lebih jauh. Dengan ada perahu karet ini, siswa yang sekolah di SDN Jubung 02, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi jaraknya lebih dekat,” pungkas Dimas.

Sujono, 55, operator perahu karet asal Dusun Darungan Utara, Desa Jubung, mengaku pukul 06.00 sudah berada di sungai. Karena dia khawatir ada siswa yang datang lebih awal.

“Jadi seluruh yang nyeberang sungai naik perahu harus menggunakan pelampung untuk keamanan. Karena arus sungai juga deras dan dalam,” tegasnya. (jum/bud)

TONTON VIDEO: youtube.com/shorts/SEhP-d81UXQ?si=RlouiNFTXoyeHM0s

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Sungai Bedadung #Jember #getek #UNEJ #siswa sd