Radar Jember – Upaya penyelamatan seorang anak yang tersengat listrik di atap toko Sumber Alam di Jalan Gajah Mada, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, berlangsung dramatis, Senin (20/4) siang sekira pukul 12.15 WIB.
Korban berinisial ZM, 10, warga setempat. Korban diketahui berusaha mengambil layangan yang tersangkut di atas bangunan toko Sumber Alam.
Dalam kondisi genting, petugas UPT Damkarmat Satpol PP Jember bersama warga berjibaku melakukan evakuasi di tengah risiko besar yang mengintai.
Baca Juga: Legitimasi PCNU Jember Sudah Lama Wasalam, Alotnya Restu dari PBNU Dituding Jadi Biangnya
Saat pertama kali ditemukan, korban dalam kondisi sudah lemas dengan luka bakar hampir di sekujur tubuh.
Posisi korban berada di atap bangunan, membuat proses evakuasi tidak mudah. Selain akses yang sempit, petugas juga harus berhati-hati karena struktur atap berpotensi ambrol sewaktu-waktu.
Situasi semakin menegangkan lantaran masih terdapat aliran listrik di sekitar lokasi. Petugas terpaksa bergerak perlahan sambil memastikan keamanan.
Petugas juga menunggu kepastian kondisi jaringan listrik sebelum melakukan penanganan lebih lanjut.
Di tengah keterbatasan itu, warga sekitar turut membantu, memberi informasi sekaligus mendukung proses evakuasi agar berjalan lancar.
Setelah melalui proses yang cukup alot, siswa kelas 4 SDN Jember Kidul 02 itu akhirnya berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke RSU Kaliwates. Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.
Warga setempat, Diki, mengungkapkan, korban sehari-hari memang sering bermain layangan bersama temannya.
Keduanya diketahui sering naik ke atap untuk mengambil layangan yang tersangkut. “Tadi juga berdua, yang satu selamat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kejadian bermula saat terdengar suara seperti ledakan yang diduga berasal dari listrik. Sehingga warga mulai mencari sumber suara. Setelah dicari, ternyata diketahui ada anak tersengat listrik berada di atas bangunan.
Sementara itu, anggota Damkarmat Satpol PP Jember, Sony Ari, mengatakan timnya tengah melintas lokasi kejadian seusai kembali dari pemadaman di Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari. Saat itu juga, ia mendapati laporan kejadian tersebut dan menindaklanjutinya.
Proses evakuasi berlangsung sulit karena petugas harus berhati-hati mengantisipasi atap ambrol serta kabel listrik yang masih aktif. Petugas juga sempat menunggu pihak PLN untuk memastikan kondisi aman.
“Korban sudah tidak sadarkan diri, tubuhnya mengalami luka bakar, dan diduga sempat terlempar karena posisinya jauh dari kabel,” ujarnya. (kin/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh