Radar Jember – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD mulai digelar pekan ini. Ujian ini berlangsung sejak hari ini Senin (20/4) hingga 30 April mendatang dengan skema bertahap.
Sedikitnya 54.022 siswa SD dan MI di Jember akan mengikuti TKA yang menguji kemampuan literasi dan numerasi tersebut.
TKA jenjang SD memang baru digelar pertama kali di tahun ini. Ada empat gelombang, dengan masing-masing gelombang berlangsung selama dua hari.
Dalam sehari, pelaksanaan ujian dibagi menjadi tiga sesi agar seluruh peserta dapat terakomodasi. Dua mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia untuk mengukur literasi serta Matematika untuk menguji numerasi siswa.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Arief Tjahjono memastikan hasil monitoring dan evaluasi (monev) di sejumlah sekolah dasar sebelumnya berjalan lancar. Tidak ditemukan kendala berarti terkait listrik maupun jaringan internet selama pelaksanaan simulasi.
“Sampai saat ini hasil monev di SD berjalan lancar. Tidak ada kendala listrik maupun jaringan di sekolah yang kami tinjau,” ujarnya, saat monev gladi bersih TKA, pertengahan Maret lalu.
Sebagai langkah antisipasi, Dispendik Jember juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PLN dan PT Telkom.
Surat resmi telah dilayangkan agar tidak ada pekerjaan perbaikan jaringan listrik maupun internet, khususnya saat pelaksanaan TKA berlangsung.
“Kami sudah berkirim surat ke PLN dan Telkom agar pada jadwal simulasi hingga pelaksanaan TKA tidak ada pekerjaan perbaikan jaringan listrik maupun internet,” jelas Arief.
Meski begitu, potensi gangguan tetap perlu diwaspadai. Berkaca dari pelaksanaan TKA jenjang SMP sebelumnya, sejumlah sekolah sempat mengalami listrik padam secara lokal alias jeglek.
Selain itu, gangguan server pusat juga pernah terjadi meski sifatnya sementara dan dapat kembali normal setelah dilakukan pembaruan sistem.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, sekolah diminta lebih matang dalam menyiapkan sarana pendukung, terutama cadangan listrik.
Kepala SDN Baratan 01 Jember Hendah Kartika Sari menyebut, pihaknya telah menyiapkan 17 perangkat komputer untuk 46 peserta yang dibagi dalam tiga sesi. Selain itu, genset juga disiapkan sebagai langkah antisipasi jika terjadi pemadaman listrik mendadak.
“Semuanya sudah kami siapkan. Harapannya nanti saat TKA server bisa lebih stabil dan lancar,” ujarnya. (kin/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh